Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan
"Morgan, aku sungguh penasaran, bagaimana bisa kau masih punya muka buat datang ke Singara mencariku? Apa kau nggak punya rasa malu?"
"Semua itu sudah berlalu! Merry yang merayuku! Baru sekarang aku sadar, nggak ada satu pun hal tentang dirinya yang asli. Semuanya palsu. Bahkan dirinya begitu munafik sampai terasa mengerikan. Aku juga tahu, waktu itu, saat dia menuduhmu melempar anaknya ke lantai, itu bohong. Dialah yang menjatuhkan anaknya sendiri buat menjebakmu! Dan pakaian-pakaian itu juga bukan pakaian anaknya, melainkan pakaian anak kita ...."