Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Diam-Diam Jadi Madu

Diam-Diam Jadi Madu

Marahnya berapi-api. [ Hey. Dasar laki-laki bajingan, laknat, biadab. Apa yang kamu inginkan? Tidak puaskah kau menyiksa Mega, sampai orang tua pun mau kau siksa. Dimana hati nuranimu, dimana rasa kemanusiaanmu. Oh, iya aku lupa kau tak punya empati karna bukan manusia. Kau adalah iblis menyerupai manusia ] Tia mengoceh, tapi ocehannya malah di tertawakan dari sebrang telpon.
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
Tes

Tes

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
Mahligai yang Ternodai

Mahligai yang Ternodai

Nazwa membaca tulisan pada spanduk besar yang terpampang di dinding belakang si pembawa acara. Unit Kegiatan Kerohanian Islam STAIN Jakarta. BIPEMA (Bimbingan Pemuda Muslim dan Muslimah) "Mari Berdakwah, Jangan Menjadi Pemuda Islam yang Biasa Saja" Demikian tulisan yang terpampang di sana.
9.810.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
MADU CAP HALAL

MADU CAP HALAL

tawar Amira penuh harap. "Maaf ya, Mir. Mas belum bisa mampir, ini sudah malam. Kasihan Marni, Kakakmu," ucapku tegas. "Iya Mas. Mas Galih hati -hati ya. Ini sudah malam, mau hujan juga dan jalannya gaak bagus," ucap Amaira mengingatkanku. Amira mengulurkan tangannya dan langsung menarik punggung tanganku untuk salim layaknya suami istri lainnya yang begitu hormat kepada suaminya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Alina hanya bisa tersenyum pahit, hatinya perih. Suatu sore, saat ia membantu Ibu Justin minum teh di taman belakang, ia mencoba mengutarakan perasaannya dengan hati-hati. "Ma, Alina tahu Mama sangat bahagia dengan kabar kehamilan Cindy. Tapi... apakah Mama tidak punya keraguan sedikit pun?" Ibu Justin menoleh, kerutan muncul di dahinya. "Keraguan apa, Nak? Justin sendiri yang mengumumkannya. Dan Cindy adalah gadis yang baik, ia akan menjadi ibu yang hebat."
931 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
MADU Titipan

MADU Titipan

Ada rasa kepuasan batin sesaat setelah mengucapkan hal itu. "Hamil?" ulang Mbak Rina. Ia pasti sangat terkejut mendengar hal ini. "Kurang ajar! Si Kamal penipu, sialan!" Mas Rendi marah besar. Brak! Ia menggebrak meja dengan keras. Mas Rendi naik pitam. Murka. Gebrakan meja itu dengan spontan mengagetkan keponakanku dan membuatnya menangis. Menjerit ketakutan.
8.77.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

TIARA "Bidadari-bidadariku, badan Mas sudah sakit banget, Please jangan gebukin lagi. Damai, yuk, damai!" Dengan suara tercekat mas Ragil mengajukan permohonan. Sebenarnya belum puas melampiaskan amarah, tapi kasihan juga melihatnya sudah sangat kesakitan.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

n atau m.a.n.g.a_t.o.o.n Mohon maaf karena Thor tidak bisa melanjutkannya. Begitu besar penyesalan karena tindakan ini, tapi Pembaca tersayang masih bisa membaca cerita Thor yang lainnya di aplikasi ini. Masih ada : 1. TANYA HATIMU (END) 2. ISTRI KEEMPAT TUAN TANAH (END) 3. ,dan beberapa cerita baru yang sebentar lagi akan segera terbit
103.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
Mendadak Sah

Mendadak Sah

tanya Shanon, salah satu karyawan yang merupakan pembimbing Fasya dan Dinar. "Bisa kok, Kak." "Oke, kalau gitu aku tambahin ya." Shanon tertawa dan meletakkan beberapa lembar kertas lagi di meja Fasya dan Dinar. "Ini artikel majalah atau ensiklopedia, Kak? Tebel banget," tanya Fasya polos. Celetukannya membuat Damar, karyawan di samping meja mereka tertawa. "Bukan ensiklopedia lagi, tapi kitab suci."
1042.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
MADU DARI MERTUA

MADU DARI MERTUA

Fani menyeka airmatanya "Maaf, Bunda, boleh kasih saya waktu?" ucap Fani. "Ya, Bunda paham." "Boleh saya bicara dengan Mama saya?" "Ya, silakan." Sania pun meninggalkan Fani dan Renny berdua. Hanya berbicara empat mata. "Ma, Mama yakin dengan semua ini, Ma?" tanya Fani terisak. "Mama sangat yakin." "Mama sudah memikirkan semuanya. Ini yang terbaik buat kamu, Fani," ujar Mama Renny.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 781 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status