Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MADU YANG KUPILIH

MADU YANG KUPILIH

aku mengiring mama mertuaku masuk kedalam rumah, lalu gegas kedapur membuatkan teh dan membawa cemilan untuknya. "Sayang ... maafin mama yang mengabaikan kamu beberapa hari ini." mama mengusap pundakku. "nggak apa-apa kok ma, kami yang salah karena sudah berbohong." ucapku tersenyum sambil meraih tangan mama lalu mengenggam jemarinya. "Oh ... Iya ma! doakan semoga Nisa cepat hamil ya? ujarku memberi kabar gembira untuknya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

n atau m.a.n.g.a_t.o.o.n Mohon maaf karena Thor tidak bisa melanjutkannya. Begitu besar penyesalan karena tindakan ini, tapi Pembaca tersayang masih bisa membaca cerita Thor yang lainnya di aplikasi ini. Masih ada : 1. TANYA HATIMU (END) 2. ISTRI KEEMPAT TUAN TANAH (END) 3. ,dan beberapa cerita baru yang sebentar lagi akan segera terbit
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
BA'DA MAGHRIB

BA'DA MAGHRIB

"Ada apa, Bu?" "Tolong buatkan teh hangat untuk tamu kita." Sekar mulai mencuri pandang ke arah Reihan. Tidak hanya itu, Sekar juga menyuguhkan senyum manisnya, hingga membuat Reihan terpesona. "Oh, saya Reihan. Saya anak dari pak Narko, yang punya kontrakan ini." Reihan mengulurkan tangan. Berharap Sekar mau membalas jabatan tangannya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

Rasanya wanita itu membutuhkan udara segar untuk mengatasi badmoodnya sedari pagi. "Wah wah siapa ini?" suara yang pernah mengisi hari-harinya kali ini terdengar sangat tidak enak. Riri menoleh. Seketika dia mendesah kesal. Hari yang buruk! Umpatnya dalam hati. "Kakak maduku ternyata pergi ke mall? Apa kau yakin memiliki uang?" ledek Nisa dengan bergelayut manja di lengan Ayus.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
Mas Duda Yang Dihina

Mas Duda Yang Dihina

Sura jangkrik mengisyaratkan waktu sudah mulai Maghrib. Mentari mulai tenggelam dan memudar cahaya pantulnya dan berganti dengan awan tebal hitam. "Ron, aku curiga Bayu itu punya pesugihan. Dia kuli tiba-tiba mendadak kaya. Padahal dia hanya pengangguran dan kerja membuat sangkar burung. Itu entah laku apa enggak," ujar Suherman yang selalu berprasangka buruk.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
Kubayar Lunas Tantangan Maduku

Kubayar Lunas Tantangan Maduku

Mungkinkah beliau tahu sesuatu tentang Mas Haris tapi enggan mengatakannya padaku? Next .... Sudah tamat di KBM App ya Kakak. Judul : SETELAH 15 TAH
19.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 698 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

TIARA "Bidadari-bidadariku, badan Mas sudah sakit banget, Please jangan gebukin lagi. Damai, yuk, damai!" Dengan suara tercekat mas Ragil mengajukan permohonan. Sebenarnya belum puas melampiaskan amarah, tapi kasihan juga melihatnya sudah sangat kesakitan.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Kara duduk di kursi tinggi, kakinya bergoyang-goyang sambil menggambar dinosaurus baru dengan krayon warna-warni. Maya berdiri di depan kompor, memakai apron sederhana, rambutnya diikat asal-asalan. Sesekali ia melirik Radit yang duduk di meja makan, masih agak pucat tapi sudah mulai tersenyum. “Papa, ini T-Rex lagi lindungi keluarganya,” kata Kara sambil menunjuk gambarnya dengan bangga. “Kayak Papa lindungi aku dan Mama. Papa suka?”
9.8111.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

tanya bu Inggrid setelah Embun meletakkan minuman untuknya. "Alhamdulillah baik, Ma," jawab Embun sambil mendaratkan bokong di sofa. Bu Inggrid menyesap teh hangat buatan sang menantu, wanita paruh baya itu memang menyukai teh buatan Embun yang tidak terlalu manis dan pas di lidahnya. "Apa Lintang sudah bicara sama kamu?" Bu Inggrid meletakkan cangkir teh "Bicara apa, ya, Ma?" Embun terlihat bingung.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
Madu Dari Dunia Lain

Madu Dari Dunia Lain

Helsa tidak tahu harus bertanya kepada siapa, karena orang yang dikenalnya di sana hanyalah Bi Unah, tapi dia tidak bisa memastikan apakah wanita paruh baya itu bisa menyimpan pembahasan tersebut dari majikannya? "Kamar itu sudah lama tidak ditempati, Non. Bekas almarhumah Non Maira." Bi Unah pula memandangi pintu kamar itu, dia seolah menerawangnya dengan tatapan tajam. Akan tetapi, pada akhirnya wanita paruh baya itu menyeret Helsa untuk menjauh dengan jarak kamar tersebut.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai teks madaihuna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status