Gus! I Lap Yuh!
Dalam sekejapan mata, Tatiana tersihir akan paras dan senyuman milik sang Gus.
Derap langkah sang pejantan pun tak terdengar, karena dalam detik yang tidak Tatiana sangka, Khoiron telah berada dihadapannya. Mengulurkan lengan yang akhirnya terhenti pada puncak kepalanya, lalu mengusap Tatiana lembut, “Assalamualaikum, ya Zaujati,” sapa Khoiron, tak mengurai garis senyum yang mencetak kedua lesung dipipinya.
“Allahu Akbar, Gus Khoir senyum. Ya Allah,” seruan tersebut memenuhi ruang-ruang masjid. Sebuah berkah yang dapat santri-santri nikmati setelah kedatangan Tatiana.
Hot Chapters