Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Yang Terpilih

Yang Terpilih

Katanya bau asap penggorengannya mengganggu. Dia mengeluarkan handphone-nya, mengutak-atik, lalu menunjukkan kepadaku. Tulisan The Buffoon terlihat di sana. “Ini nada dering monophonic.” Bang Mardi menekan tombol yang di tengah, lalu terdengarlah nada riang. Aku tersenyum lebar. Aku sering mendengar suara ini kalau ada yang meneleponnya. “Bukannya namanya The Buffoon, bukan monophonic?”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai telinga kiri bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Munajat Perawan Tua

Munajat Perawan Tua

🎶Awak dewe tau duwe bayangan Besok yen wis wayah omah-omahan Aku moco koran sarungan Kowe belonjo dasteran (belonjo dasteran)🎶 Bibirku menyunggingkan senyum kecil mendengar lagu yang sedang dilantunkan Citra. Aku tidak pernah menduga gadis itu bisa menyanyikan lagu koplo. Larik ketiganya terlalu mirip dengan Dirga yang suka menghabiskan pagi membaca koran. 🎶Aku kiri kowe kanan
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai telinga kiri bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah

Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah

tanyaku tak kalah berbisik. "Ini kayak mantra Kak," ucapnya, memperlihatkan tulisannya ke arahku. Gereleng putih Jig ka cai ngadon ceurik Jig ka darat ngadon midangdam Jig ka imah asa jobong koong Kop cai asa tuak bari Kop dahar asa tatal bobo Kaula nyaho ngaran sia ... si .…
1020.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 418 kali sebagai telinga kiri bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

Suaranya teramat dingin. “Deleng, ing menit. Aku iso manggon karo sampeyan,” sambung suara lirih yang lain. Sekali tarikan nafas bisa membuat dia menyerangku. Seolah aku sedang berada dalam ujung tanduk. Suara yang seperti berasal dari dua rongga mulut dan mengucap sekalimat bersama-sama. Suara Bibi, seperti diikuti gelombang suara berbahasa Jawa dari mulut orang lain. Apa maksud ucapannya?
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 863 kali sebagai telinga kiri bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Pesona Paman Seno

Pesona Paman Seno

Slurp Slurp Slurp Bunyi hisapan bibir Seno pada lembah surgawi Rindu terdengar nyaring. Membuat milik sang keponakan semakin berkedut dan terasa panas. Tubuh semampainya tak henti belingsatan, bergerak liar di atas ranjang. Membuat sprei yang ada di bawahnya berantakan tak berbentuk. "Pa-manhh...emnhh..ahh.." desah Rindu meremas rambut Seno yang tenggelam di antara kedua kakinya.
938 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai telinga kiri bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Ting! Tong! Ting! Tong! Pagi ini rumah dikediaman Bara terdengar bunyi bel. Sepagi ini bunyi bel itu benar-benar begitu terdengar nyaring. Membuat gadis yang masih tertidur pulas itu terusik. Mata gadis itu terbuka, mengerjapkan untuk beberapa saat sampai ia sadar bahwa ternyata ini sudah sangat pagi. "Mas Bara?!" Laila berteriak saat tak mendapati suaminya tidak ada di sampingnya. Dengan refleks ia melihat jam di atas dinding sana.
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 753 kali sebagai telinga kiri bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

ucap Bu Delia "Nenek tua apa mah? Risa gak pernah tuh cerita macam-macam sama papa,"ucap pak Darwin. "Udahlah Pah, Mama gak jadi cerita."pungkas Bu Delia lalu mulai menyendok sup ayam yang ada di hadapannya. "Pak Darwin hanya menggeleng mendengar perkataan istriya. ****
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai telinga kiri bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

“Ahk-“ wajah Duguk Ireng lebih buruk lagi, matanya mendelik, lubang hidungnya membesar, ringisan bibirnya menjadi lebar, tapi tampaknya dia lebih memutuskan untuk menahan rasa sakit ‘di situ’ daripada dimakan oleh siluman kepiting. Menunggu beberapa saat, akhirnya para kepitingi itu kembali ke laut. Barulah Talang Mayan melepaskan cengkramannya. “Ter ima ...kasih ... Senior,” ucap Duguk Ireng dengan suara terbata-bata. Dia langsung turun dari pohon, kemudian memeriksa ‘terongnya’ di dalam semak sebelum kemudian benar-benar membuang air kencingnya. “Dia benar-benar tidak berperasaan, apa dia ingin menghancurkan masa depanku?” “Ahkk!” terdengar lagi suara teriakan dari dalam belukar.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai telinga kiri bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status