Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jerat Ambisi Cinta sang Dokter

Jerat Ambisi Cinta sang Dokter

Bukan apa-apa, Jimmy takut terlalu tinggi berekspektasi dan berakhir dengan kekecewaan dan rasa malu. Apa yang sebenarnya ada dalam pikiran Jimmy menanggapi ajakan Indira yang terlihat begitu 'lain' tadi? Apa arti dari kata 'Temani saya malam ini?' Temani yang seperti apa? Temani makan malam dan membahas apa-apa yang harus Jimmy lakukan untuk membantu Indira dalam proyek penelitiannya? Atau apa? Jimmy menghela napas panjang, ia kembali merapikan rambutnya dengan sisir. Baru beberapa detik, dering ponsel begitu nyaring terdengar. Ada apa lagi?
10188.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.5K kali sebagai teman imajinasi
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Selfie Hurtness
Mohon maaf sekali kalau kesannya tidak profesional. Hanya saja memaksakan diri menulis di saat hati dan otak nggak bisa dipakai kerja itu sama saja mendzolimi pembaca. Karena hasil tulisannya pasti tidak akan bagus dan nggak bisa ngena. Jadi saya izin off dulu.
Sakura Asahara
Arga jahat Krn keadaan,,klo hub dia direstui,tdk akan ada Indira yg disakiti dan Arga g akan sebrengsek itu..Krn keadaan Arga jdi obsesif ke Clara,,bangussss banget sumpahhh ceritax,,,di up yaaaa critax
Baca Semua Ulasan
Aku, Musuhku dan Para Pemburu

Aku, Musuhku dan Para Pemburu

“Mom, apa kau becanda? Aku melihatnya dan mana mungkin berpura-pura tak lihat. Waktu itu Mom hanya bilang kemampuan yang hebat, seakan-akan aku akan menjadi superhero—“ Belum selesai Jamie berbicara, Anna berbisik, mengatakan dia telah memberitahunya. “Mom tak bilang, melihat semuanya artinya melihat … ihhhh ….” Jamie sedikit mendesis seraya bergidik. Anna memeluk Jamie, mengatakan ia akan terbiasa dan mengajarkan Jamie untuk mengendalikan pikirannya. “Itu semua berdasarkan imajinasi dari manusia, Jams. Kau dengar cerita, kemudian membayangkan dan terciptalah mereka. Jadi, berhenti membayangkan yang tidak-tidak. Kendalikan pikiranmu. Kalau kau ingin berimajinasi, buatlah menjadi lucu.” Anna
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai teman imajinasi
Baca
+Pustaka
Teman Sekamar Selebriti (Indonesia)

Teman Sekamar Selebriti (Indonesia)

tanya pria itu memastikan. "Uh-huh. Apa aku mengenalmu?" Senyuman menyebar di wajah pria itu. "Senang bertemu denganmu secepat ini. Aku Victor, jika kau lupa kita berteman di LoveMath." LoveMath adalah aplikasi untuk berteman dengan pengguna lain bertujuan mencari teman kencan. Abigail ikut tersenyum, kali ini lebih lebar dari sebelumnya. "Ah, ya. Aku mengingatmu."
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai teman imajinasi
Baca
+Pustaka
TEMAN TAPI MESRA

TEMAN TAPI MESRA

Memiliki teman sedikit tapi berkualitas kadang lebih baik dari pada memiliki teman banyak tapi hanya formalitas. "I miss you gengssss so much!" Tukas Sasha, kali ini matanya berkaca-kaca, air matanya siap tumpah kapan saja. Reuni kali ini menghadirkan rasa hangat dihati Sasha yang sesaat hampir beku. Rasanya ia siap untuk bangkit dan memulai kembali. *****
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 484 kali sebagai teman imajinasi
Baca
+Pustaka
Milky Legends

Milky Legends

:::FLASHBACK::: Terlihat di dunia imajinasinya, Nina dan Liana sedang duduk di sofa berbincang sesuatu hal yang privasi. “Nina Chan, menurutmu apa yang harus aku lakukan agar bisa menjadi kuat?” “Kembangkan imajinasimu... Karena dasar dari sihirmu adalah kekuatan imajinasi pikiran. Kamu harus lebih kreatif supaya kamu bisa mengalahkan musuh yang cerdas.” Ujar Nina. “Contohnya seperti apa?” Tanya Liana penasaran... “Coba saja buat bayangan musuh yang setara dengannya, bayangkan kalau musuh yang kamu ciptakan itu dapat memojokkannya.” Jawab Nina tersenyum.
9.810.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai teman imajinasi
Baca
+Pustaka
Angkasa Merah di Kota Kertas

Angkasa Merah di Kota Kertas

“Aku bermimpi kita pergi dan berkeliling di taman rekreasi. Dengan es krim masing-masing. Tertawa lepas karena rumah hantu. Aku membayangkan itu. Sekarang itu impianku.” Entah bagaimana aku membayangkannya. Pergi ke Festival Lockwood atau tempat wisata bersama Rena. Tertawa, berbagi makanan, dan dia akan mengomel—sial, hanya dengan membayangkannya saja sudah terasa menyenangkan. “Kita pasti melakukannya,” janjiku. Semua mulai seperti fantasi. Dalam proses itu, aku tersenyum kecil, dan dia menemukan jemariku, menggamitnya dengan erat.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai teman imajinasi
Baca
+Pustaka
Cinta Si Mantan Sugar Baby

Cinta Si Mantan Sugar Baby

Aku terkekeh singkat, "Konyol!" Naka berdehem kemudian berkata, "Begini ... ketika orang mencintai orang lain yang tidak ada hubungan darah, mereka secara otomatis akan berimajinasi tentang segalanya. Tentang kehidupan yang indah, hubungan romantis, padahal orang itu tidak melakukannya. Mereka seolah berimajinasi bebas," Aku menghentikan langkahku dan berkata, "Apa salahnya? Berimajinasi itu gratis!"
1012.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai teman imajinasi
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

keluh Nyimas “ Kamu harus banyak membaca Nyimas. Biar imajinasimu berkembang. ” “ Kita perlu imajinasi ya untuk mendongeng ? ” “Dari imajinasi itu kamu bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang. Jadi orang akan tertarik mendengar dongengmu. ” jawab Zamrud sambil mengelus lembut rambut Nyimas Nyimas telah selesai dengan tataannya di meja makan. Kali ini menggeser kursi menghadap ayahnya.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai teman imajinasi
Baca
+Pustaka
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

TEMEN TAPI DEMEN 2 Oleh: Kenong Auliya Zhafira Merubah status dari temen menjadi demen itu tidaklah mudah. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengerti. Bahkan untuk menyadarinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Mungkin saja itu adalah hasrat sesaat yang hadir karena terbawa suasana dan keadaan. Atau bisa saja itu adalah sebuah halusinasi karena pikirannya sudah berhasil disugesti oleh sebuah candaan.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai teman imajinasi
Baca
+Pustaka
Pilihan Kedua

Pilihan Kedua

Dia sahabat terbaikku yang sangat mengerti diriku. “Kamu masih gak berubah juga, imajinasi kamu luar biasa banget, tau gak?” Ina ikut tertawa dengan ocehannya sendiri. Jika kami sudah berdua, maka obrolan yang harusnya normal, maka akan berubah menjadi tak normal. Imajinasi Ina sangat pantas di acungi jempol. Mungkin dia bisa menjadi penulis skenario jika tak bekerja di hotel. “Ritchie kemarin nanyakin kamu” ucap Ina.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai teman imajinasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status