Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat sang Konsultan Idaman

Hasrat sang Konsultan Idaman

Pepes Nila, sayur lodeh, serta sambal tomat, dengan racikkan yang sangat pas dan lezat di lidah Bimo. Usai makan malam, Bimo langsung menuju teras dan duduk di sana, dengan segelas wedang jahe yang disajikan oleh Pak Adi. 'Hhh, bagaimana dengan rekan-rekan OB di kantor dulu ya..? Semoga saja semuanya berubah menjadi lebih baik dan tenang, tanpa keberadaanku di sana', bathin Bimo teringat pada bekas kantor lamanya itu.
9.157.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai teman sayur lodeh
Baca
+Pustaka
BERI AKU KESEMPATAN SEKALI LAGI

BERI AKU KESEMPATAN SEKALI LAGI

"Mama juga Pa, Mama sangat rindu dengan mereka semua, Aisyah, Arash, Akbar, entah sedang apa mereka semua? apakah mereka baik-baik saja, atau tidak? Makan mereka bagaimana? Sekolah Arash, dan juga Akbar..ya Allah..." ucap Ambar, lagi-lagi menangis, jika membicarakan tentang menantu kesayangannya itu. Saking rindunya Ambar kepada Aisyah, hampir setiap hari dia membuat sayur lodeh kesukaan menantunya itu. Karena setiap kali Aisyah menginap, menantunya itu selalu saja, ingin di buatkan sayur lodeh, karena memang sebenarnya, Ambar hanya pandai memasak sayur itu saja.
9.861.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai teman sayur lodeh
Baca
+Pustaka
Ketika Babu Jadi Ratu

Ketika Babu Jadi Ratu

Ketiganya lalu bernjak ke meja makan, Firman dan Nayra duduk berdampingan sementara Bu Leni duduk di seberang. Di meja makan tampak sudah terhidang ayam bakar dan sayur lodeh kesukaan Firman. "Firman Ibu masak sayur lodeh kesukaanmu,"ucap Bu Leni membuka perbincangan mereka di meja makan. "Aku sudah lama tidak memaka sayur lodeh,"jawab Firman berbinar. Tanpa menungu perintah dari Bu Leni, Firman segera mengisi piringnya dengan makanan.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai teman sayur lodeh
Baca
+Pustaka
Cacian Keluarga SuamiKu

Cacian Keluarga SuamiKu

Minyak muncrat ke mana-mana, santan tumpah di lantai, dan ikan goreng yang harusnya renyah malah gosong sebelah. Nenek yang baru masuk hampir menjerit. “Ya Allah, Ayu! Kamu masak apa?!” Ayudia mengangkat panci lodeh yang entah mengapa warnanya abu-abu. “Ini… sayur lodeh spesial. Buat Mas Arthayasa.” Nenek mengelus dada. “Kalau gini, nanti yang makan bisa sakit beneran.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai teman sayur lodeh
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

Setidaknya, Ayu bisa mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap orang-orang yang sudah membesarkan serta mendidik imamnya dengan landasan pondasi keimanan yang tinggi. "W*'alaikumussalam, Bu Nyai." "Kamu lagi masak opo, Nduk?" tanya Ummi yang sudah berdiri tepat di samping Ayu. Ayu yang sedang memotong terung, lekas menghentikan aktivitasnya. "Saya ... Saya berniat memasak sayur lodeh, Bu Nyai," sahutnya lirih. "Kata Ustadz Samsul, sayur lodeh itu kesukaan Abah. Jadi, saya mau memasak sayur lodeh terung, Ummi. Biar Abah makannya lahap."
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai teman sayur lodeh
Baca
+Pustaka
Enemate, Enemy To Soulmate

Enemate, Enemy To Soulmate

"Hei, aku sudah bertahun-tahun bersama kamu Pru dan aku banyak belajar sama kamu soal masak memasak termasuk maknanan aneh-aneh dengan bumbu banyak banget, kalau hanya ini, mudah saja!" Prudence tersenyum karena dulu Asha pernah dia ajak masak sayur lodeh karena Prudence rindu masakan Jawa seperti di Semarang. Asha hanya bisa menggeleng karena bumbu dan sayurnya banyak macamnya. "Kamu sering belajar masak bersama Pru?" tanya Xander dari sofa sambil memangku laptopnya. Xander tetap bekerja meskipun secara online "Istrimu itu jago masak aneh-aneh tapi surprisingly enak banget!" puji Asha.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai teman sayur lodeh
Baca
+Pustaka
Hantaran Diminta Kembali

Hantaran Diminta Kembali

batin Rizal merasa menang karena Lila dengan sadar diri mengambilkan makanan untuknya. "Ini sayur apa?" tanya Rizal pelan sambil mengamati isi piringnya. Tatapan semua orang tertuju pada Rizal Ibu tersenyum. Sedikit merasa sungkan. Ia tahu pasti menantunya yang lama berada di luar negeri, tak pernah menyentuh masakan seperti itu. "Ini namanya sayur lodeh, Sayang," Sahut Lila sambil tersenyum puas melihat Rizal yang tampak aneh dengan makanannya.
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai teman sayur lodeh
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SUAMIMU

SUAMIKU SUAMIMU

tanya Lidya lirih. “Kangkung dua ikat lima ribu terus tempe dua papan enam ribu,” jawab mang Udin seraya menyerahkan belanjaan Lidya. Lidya menyerahkan selembar uang dua puluh ribu kepada mang Udin. “Belanja kangkung sama tempe lagi, Mbak Lidya?” tanya Bu Lisa dengan suara keras. “Iya, Bu Lisa. Anak-anak paling suka sama tumis kangkung dan tempe goreng,” jawab Lidya lirih. Wajahnya menatap Bu Lisa sebentar lalu menunduk kembali.
1013.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai teman sayur lodeh
Baca
+Pustaka
GOLDILOVE (Catatan Seorang Pelakor)

GOLDILOVE (Catatan Seorang Pelakor)

Ia memasak menu favoritku sejak kecil: ayam goreng kremes, lengkap dengan sambal terasi yang pedas, dan sayur lodeh yang kuahnya kental dan gurih. Aku tidak bisa hanya diam di ruang tamu. Aku masuk ke dapur, membantu Ibu memetik kacang panjang untuk lodeh, atau sekadar membolak-balik ayam di wajan. Kami mengobrol tentang hal-hal ringan; tentang tetangga yang baru menikah, tentang kucing liar yang sering datang ke halaman, dan tentang tanaman bungaku yang mekar subur. Aku menghindari topik tentang kantor, tentang Arion, apalagi tentang tiket pesawat satu arah itu.
10774 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai teman sayur lodeh
Baca
+Pustaka
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

Adia mengangguk senang, menggeser gambar ke gambar selanjutnya. "Kamu suka nggak?" "Suka banget, Nif. Kamu ngerti banget yang aku mau." Adia tersenyum riang. "Soal varian rasa, ini ada rasa Kangen, pedasnya sedang, gurih banget. Ada rasa Cemburu, level paling pedas. Yang terakhir rasa Rindu, ini pedasnya nggak terlalu, lebih ke lembut, pedas tapi masih bisa dinikmati."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai teman sayur lodeh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status