OBAT TIDUR UNTUK ISTRIKU
ucapku kemudian.
"Sekarang, sudah nggak tahan, Mas." Raya merengek. Aku mengangguk mengiyakan, tak tega melihatnya seperti itu.
Aku segera beranjak keluar dari kamar Raya, dan kembali ke kamarku sendiri. Di depan perumahan ada apotik 24 jam yang buka. Segera aku ambil dompet dan mencari kunci motor.
"Hana, kunci motor dimana ya?" tanyaku saat aku tak berhasil menemukan kunci motor yang biasa Hana pakai itu.