Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)

CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)

Saat membuka pintunya, mataku langsung tertumbuk pada sebuah patung kuda yang ada di halaman depan rumah. Patung kuda itu terlihat seram sekali, tapi gagah. Kayak kuda yang ada di film-film perang. Warnanya coklat keemasan, dengan surai panjang. Kakinya diangkat ke atas, dengan sorot mata tajam seperti sedang marah. "Haya." Suara itu lagi. Kali ini begitu dekat. Aku menoleh, dan terlonjak kaget melihat ada seorang bapak-bapak duduk di kursi kayu yang ada di teras. Dia tersenyum padaku.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai tempat duduk di punggung kuda
Baca
+Pustaka
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

Di halaman belakang pondok utama, terdapat pondok kecil yang menghadap kolam ikan. Di dalam pondok tersebut, terdapat beberapa kursi dan dan sebuah meja yang kayu dengan ukiran kepala harimau. Ningrum mempersilakan Surya Yudha duduk di kursi yang paling dekat dengan jendela, sementara dirinya menempati kursi yang terletak tepat di samping kursi Surya Yudha.
928.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 562 kali sebagai tempat duduk di punggung kuda
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
Pewaris Naga Majapahit

Pewaris Naga Majapahit

“Hieee…. heee heee….” Suara kuda terdengar meringkik dan mengangkat kedua kakinya depannya sangat tinggi ketika tiba-tiba langkahnya dihentikan oleh sang penunggang kuda. “Hei siapa kamu? Kenapa kamu menghentikan langkahku?” bentak sang penunggang kuda sambil menatap Jaka yang berdiri di depannya dengan mata melotot. “Maaf pak, nama saya Jaka Kelud, saya hanya mau tanya, apa nama tempat ini?”
9.772.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai tempat duduk di punggung kuda
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
MN Rohmadi
Selamat datang follower dan pembaca setia novel Menantu sang Jendral Besar, penulis mengucapkan selamat membaca novel terbaru Pewaris Naga Majapahit, semoga novel ini bisa menghibur penggemar setia penulis MN Rohmadi, terimakasih. Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan beri bintang lima.
Rubi man
Lanjut Thor, aku paling seneng klu alur cerita histori nya adalah dari bangsa sendiri Krn aslinya kita memang dulunya bangsa yg hebat JAWA DWIPA /NEGRI NUSANTARA sempalan surga, pokoknya BANGGA BANGET deh lihat sejarah sejarah NENEK MOYANG kita dulu, MAJAPAHIIT, SRIWIJAYA, KALI NGGA, DLL............
Baca Semua Ulasan
Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)

Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)

"Terima kasih." -Di Kandang Kuda Kerajaan- Langkah terakhir dalam persiapan mereka adalah memilih kendaraan untuk perjalanan panjang itu. Kandang kuda kerajaan, yang terletak di pinggiran istana, adalah tempat yang luas dan bersih. Puluhan kuda yang kuat dan terlatih sedang beristirahat di dalam bilik mereka, sementara penjaga kandang sibuk memberi mereka makan dan minum.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai tempat duduk di punggung kuda
Baca
+Pustaka
MENJADI SAINTESS TERHEBAT

MENJADI SAINTESS TERHEBAT

Baru saja aku menambahkan berkuda sebagai kegiatan favoritku, kini aku ingin mencabutnya kembali. Berkuda tidak semudah yang dibayangkan. Itu juga tidak terlalu menyenangkan seperti kesan awal. Jika berkuda, maka harus duduk di alas punggung kuda yang keras. Sudah begitu, duduknya bukan dengan cara duduk manis ala wanita bangsawan. Akan tetapi, duduk mengangkang hingga membuat paha dalam terasa sangat sakit. Bahkan, hentakan-hentakan tubuh yang disebabkan oleh langka kaki kuda itu membuat pinggangku sakit. Bahkan, di tengah perjalanan, aku bersandar di dada bidang Raja Edgar dan melimpahkan semua beban tubuhku padanya, karena tulang punggungku tidak sanggup lagi menahan beban tubuhku.
9.828.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai tempat duduk di punggung kuda
Baca
+Pustaka
Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku

Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku

Chyara kini duduk di atas punggung kuda, tubuhnya sedikit kaku menyesuaikan diri dengan gerakan yang perlahan dan hati-hati. Kuda itu berjalan dengan ritme tenang, seakan kuda itu juga memahami bahwa penunggangnya masih belajar.
1027.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 575 kali sebagai tempat duduk di punggung kuda
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Jenius 1000 Tahun Bela Diri

Kembalinya Sang Jenius 1000 Tahun Bela Diri

Seperti melihat tempat bermain, dirinya meletakkan pikulan air yang ada di pundaknya, kemudian memperagakan kuda-kuda terbaik. Bingwen melakukan kuda-kuda terbuka, dengan badan menghadap depan dan menggeser ujung telapak kakinya ke arah luar. Lututnya yang menekuk, menopang bobot tubuh yang tersebar secara merata di kedua kakinya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai tempat duduk di punggung kuda
Baca
+Pustaka
Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Silakan duduk,” Adam menengok kearah belakang, ramai orang, ”Kalian juga silakan duduk dimanapun kalian menemukan tempat duduk. Di sekitar mereka kini banyak tempat duduk, namun tempat duduknya adalah tempat yang sudah dirias dengan alam. Contohnya, kayu besar yang dipotong setengah meter kemudian dihiasi dan dijadikan tempat duduk. Orang yang duduk akan merasa mereka benar-benar menyatu dengan alam. Lelaki si Tuan itu juga duduk dan dia menatap kedamaian Danau Kenanga.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai tempat duduk di punggung kuda
Baca
+Pustaka
Aku bukan Alea

Aku bukan Alea

Sedetik kemudian, tubuhnya sudah berada di atas punggung kuda, agak kaku, tapi tidak seburuk yang ia bayangkan. "Lihat ke depan, bukan ke bawah," bisik Keenan dari samping. Ia naik ke kuda lain, yang berwarna hitam legam, dan tampak sangat menyatu dengan kuda itu. "Kita jalan perlahan dulu"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai tempat duduk di punggung kuda
Baca
+Pustaka
Embun Cinta

Embun Cinta

Danu berdiri dari kursinya, Permata menyusul dari belakang. Mereka berdua berjalan beriringan, menyeberangi halaman rumah yang ada pohon mangganya, dua kuda putih dicancang di situ. Mereka terlihat duduk santai di bawah pohon mangga yang rindang, sesekali mengipas-ngipaskan ekornya ketika ada lalat datang.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai tempat duduk di punggung kuda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status