Embun Cinta
Papa terlihat menikmati tempe tadi.
“Emmm …. Benar, Ma. Nisa memang jago membuat filosofi kehidupan dengan tempe ini”, angkat bicara Papa setelah menghabiskan. Lalu melanjutkan kembali.
“Dengan tempe ini, Papa bisa merasakan pahitnya kehidupan. Rasanya sama persis dengan tempe ini, ada pahitnya juga”. Aku langsung tahu apa yang sebenarnya dikatakan Papa. Bahwa sebenarya tempe yang aku goreng rasanya pahit, karena terlalu lama mengendap di wajan.