GAIRAH MASA LAJANG
Aku berusaha untuk tersenyum namun rasa pahit yang menyekat di tenggorokan memaksa ku untuk terdiam dan terpaku menatap air kolam, bak tersambar petir di siang hari aku rasakan saat mendengar dan mulai mempercayai semua yang disampaikan wanita setengah baya itu tentang Dola.
Tak ada kata yang terucap di bibir ku lagi, untuk beberapa saat lamanya hanya tatapan kosong tajam ke tengah kolam ikan, badan ku seperti sulit digerakan seakan dibekukan salju menyelimuti seluruh tubuh. Pahit, getir serta perih berbaur menjadi satu di relung hati ku, baru kali ini aku merasa hal pelik semacam itu dalam hidup.