Suami Warisan
Bagaikan seorang musafir yang bertemu dengan oase, Rengganis minum dengan rakus.
Dia berusaha menemukan suaranya, berdeham-deham namun suara yang keluar hanya bunyi serak yang mengecewakan.
“Maaf, Nyonya. Tenggorokan Anda terluka karena pemakaian selang terlalu lama, jadi mohon bersabar agar pulih kembali. Sementara ini, kami akan melakukan observasi, jika semua sudah baik. Anda bisa bertemu dengan putra Anda.”