Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Rahasia Kepala Sekolah

Istri Rahasia Kepala Sekolah

Ia mendengar secara utuh bagaimana Serena membully istrinya secara verbal. Bibir gadis itu mendadak kelu, tak mampu bersuara karena tiba-tiba tenggorokannya seakan tercekat udara. Aliran udara yang memasok paru-parunya seakan terhambat. Ia diserbu rasa gugup yang tak biasa.
1042.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tenggorokan serak
Baca
+Pustaka
Desember Ke-30

Desember Ke-30

tanya Bang Ridwan dengan suara serak, nyaris berbisik. Aku mengerjapkan mata berkali-kali. Kelopak mataku terasa sangat berat, seperti tertimpa beban berton-ton. Tenggorokanku kering, panas, dan menyakitkan saat aku mencoba menelan ludah. "Air..." bisikku lemah, hampir tak terdengar.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai tenggorokan serak
Baca
+Pustaka
Complicated Marriage

Complicated Marriage

Suara serakku membuat kedua bibir Pak Bima melengkung karena senang. "Assalamualaikum, Yah," sapaku. "Iya, Yah, Kiara sibuk banget." Aku berhenti sejenak untuk menelan saliva, kerongkonganku harus tetap basah agar suaraku bisa keluar. "Kiara cuma kecapekan kok ... Jadi suaranya serak." Aku menggigit bibir, merasa berdosa sudah berbohong kepada Ayah. "Iya. Ini juga baru mau makan."
1046.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tenggorokan serak
Baca
+Pustaka
Letnan Jendral, Rebut Kembali Hati Mantan Istrimu

Letnan Jendral, Rebut Kembali Hati Mantan Istrimu

Suara Gina serak dan kering, wanita itu berdehem akan rasa sakit di tenggorokannya. "Sebentar, aku ambilkan minum." Feri buru-buru mengambil segelas air minum, membantu Gina meminumnya. Ketika air melembabkan tenggorokannya yang kering, baru saat itulah Gina merasa lega. "Makasih, Mas," ucap Gina pada Feri. Feri menghela nafas lega, mengangguk pada Gina. "Aku kaget waktu ngeliat kamu pingsan tadi."
1015.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai tenggorokan serak
Baca
+Pustaka
Angkasa Merah di Kota Kertas

Angkasa Merah di Kota Kertas

Apa rekanku tewas lagi? Aku harus menahan bengkak yang terasa luar biasa saat bubur itu masuk ke mulutku. Rasanya seperti dihujani air asam. Tenggorokanku perih dan bercampur aduk. Barangkali karena darah yang mengering di mulut.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai tenggorokan serak
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Tajam, penuh kesadaran, dan berkilat licik. Sebuah seringai lebar perlahan terukir di bibirnya yang pucat. Seringai yang mengerikan. "Lagi." Suara itu keluar dari tenggorokannya. Parau, serak, seperti suara orang yang sudah berabad-abad tidak bicara. Tapi kata itu terdengar jelas. Wulan membeku. Sendok di tangannya berhenti di udara. Jantungnya seolah diremas oleh tangan es.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai tenggorokan serak
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Dan tak lama, ketika aku muntah, ada sesuatu yang tampak mengganjal di tenggorokanku, dan aku terus-menerus mencoba mengeluarkan benda itu sehingga aku terus muntah. Meskipun akhirnya Sima dan para makhluk yang lain berusaha menghilangkan asap itu dengan kekuatannya, namun tetap saja benda yang ada di tenggorokanku tidak menghilang meskipun kini asap yang mengelilingiku telah hilang sepenuhnya. Dan ternyata, Trang Paku payung, beling kecil, paku dan benda-benda kecil yang tajam seketika keluar dari tenggorokanku.
9.8683.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.4K kali sebagai tenggorokan serak
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Pesona Istri Desa sang Bupati

Pesona Istri Desa sang Bupati

lanjutnya. Sera sontak mengangguk. Tanpa berpikir lagi, dimasukkannya roti bulat berisi selai kacang ke dalam mulutnya, lalu mengunyahnya cepat. Hanya saja, dia tiba-tiba tersedak. “Uhuk!” "Apa kau tidak bisa memakan roti?" sela Anggoro sembari mengernyitkan kedua alisnya. Spontan Sera menghentikan giginya. "Ma–maafkan, saya," balas Sera sambil menepuk-nepuk dadanya.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai tenggorokan serak
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk Wanita

Kacamata Penakluk Wanita

"A-aku... ARRGGHHH!" Dengan raungan serak, Tejo melepaskan seluruh isinya di dalam mulut Ajeng. Cairan kentalnya menyemprot langsung ke tenggorokan Ajeng, memenuhi seluruh rongga mulutnya. Ajeng tersedak hebat, berusaha menelan semuanya, namun beberapa rembesan tetap lolos dari sudut bibirnya. "Tunjukkan padaku... jangan ditelan dulu..."
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai tenggorokan serak
Baca
+Pustaka
Pelukan Hangat Tuan Presiden

Pelukan Hangat Tuan Presiden

Ia tersentak, bahunya menegang, dan ia menggelengkan kepala dengan gerakan cepat yang hampir membuat rambutnya berantakan. "Tidak! Bukan begitu maksud saya!" Sera menyambar sendoknya dengan gugup. Napasnya memburu pendek. "Jangan bicara soal mati. Saya akan makan. Lihat, saya makan sekarang." Sera menyendok sup jamur itu dalam porsi besar dan memasukkannya ke mulut.
1032.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai tenggorokan serak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status