Dokter Tampan Pemikat Wanita
Aldrich Candrajadi pacarkubunyi seperti jangkrik pada mobilpagi ke pagi ku terjebakbanyak cecan yang mengejarnya
Perlahan nyeri terasa menyerang tenggorokan.
Aneh, serangan ini terlalu mendadak.
"Kamu kenapa, Bra?" Awalnya pertanyaan itu terdengar tenang, tapi setelah aku menurunkan sandaran kursi, suara Caca berubah panik.
"Tunggu sebentar." Samar kudengar suara Caca yang berusaha menenangkan meski sebenarnya dia yang justru tampak semakin panik.
Mataku mulai mengabur, hangat. Suara-suara masih bisa ditangkap pendengaran, tetapi lenganku sudah kebas.
Beliebte Kapitel