Bara Dendam Sagara
“Karena kamu seperti air, Larisa. Tenang, lembut, selalu mencari celah dan tidak pernah berhenti mengalir. Tapi di balik kelembutan itu, kamu punya kekuatan untuk menghaluskan batu yang paling keras sekalipun. Kamu menenangkan badai di dalam hatiku.”
Larisa merona merah, tawa kecilnya seperti lonceng. “Gombal,” cibirnya manja, lalu menyandarkan kepalanya di dada Sagara, membiarkan Sagara menghirup aroma rambutnya yang semerbak lembut, seperti melati yang mekar di bawah cahaya senja.
“Tapi aku suka. Aku akan menjaganya selamanya," ujar Larisa senang dengan hadiah yang diberikan tunangannya itu.
Sikat na Kabanata