Terjerat Takdir Tuan Saka
"Kalau saya harus milih, saya akan memilih dicintai tanpa pernah disentuh... daripada disentuh tapi ga pernah dicintai."
Saka menggenggam setir lebih erat. Ada sesuatu yang naik di dadanya, campuran syukur, haru dan perasaan… dilihat sebagai manusia, bukan objek gagal.
Mobil berhenti perlahan di pekarangan rumah. Saka mematikan mesin, namun tak langsung turun. Ia masih diam, menggenggam setir dengan kedua tangan, sementara Arum membuka pintu pelan. "Tuan, ga turun?"