JERAT CINTA ISTRI KETIGA
seru Erlangga kepada Risma.
Risma mengurungkan niatnya. Ia membalikkan badan dan menatap wajah putranya dengan sorot mata penuh ketulusan dan kerinduan. “Kamu salah Nak, kamu tidak pernah tau seberapa lelah aku berusaha mencarimu. seberapa deras airmataku disepertiga malamku, seberapa jauh kakiku melangkah menyusuri ibukota hanya untuk mencarimu. Cinta seorang ibu tidak pernah bisa terukur oleh apapun. Kasih sayang ibu tidak pernah terkubur oleh waktu. Aku mencintaimu Elang kecilku, aku menyayangimu dengan segenap jiwa ragaku. Walau kau tak disisiku, aku tetap bisa merasakan hidupmu, nafasmu dan juga darahku yang mengalir dalam tubuhmu. Aku mencintaimu putraku, aku menyayangimu.”
Hot Chapters