Jerat Cinta Sang Selir
Tetapi, saat ingin berkata seperti itu, yang keluar dari mulutnya adalah, “Bukankah kau yang sudah mengenalnya lebih dulu? Kau lebih tahu dia dibanding aku.”
“Saat dia berkunjung ke negeriku, memang aku yang menemaninya, tetapi cuma sebentar. Itu hanya sopan santun antarkerajaan,” jelas Lilija. “Oh, ayolah! Kau kan sudah melewatkan seharian penuh dengannya. Lagi pula, kau kan sudah menyerah. Tolonglah, Fjola.”
Gadis itu menunduk. “Lilija,” Fjola menggigit bibir. Ia gugup. “Aku .... Sebenarnya aku mencintai—“
Hot Chapters