Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Paling Oke

Menantu Paling Oke

*** Sebulan kemudian, om Adi mengucapkan terimakasih dengan muka berseri-seri. "Terimakasih, Wisnu. Trik darimu memang keren, oke dan ajib. Bapak Darmanto dan Mas Hendra sekarang mulai terbuka pada Om lho. Bahagia rasanya! Bagaimana kamu bisa punya trik sehebat itu?"
1043.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 953 kali sebagai thanks for the advice
Baca
+Pustaka
Kuminta Cerai Saat Sudah Tidak Dihargai

Kuminta Cerai Saat Sudah Tidak Dihargai

Jangan lupa makan malam, ya. Aku tersenyum kecil, membaca pesannya. Adrian selalu memastikan aku baik-baik saja, meskipun aku tahu dia sibuk. Aku mengetik balasan singkat. [Terima kasih, Adrian. Semua baik-baik saja. Kamu juga jangan lupa istirahat.] Tidak lama setelah itu, balasan dari Adrian masuk. [Bagus kalau begitu. Btw, kalau kamu butuh tempat tinggal yang lebih dekat ke kantor, kabari aku, ya. Aku bisa bantu.]
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai thanks for the advice
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

Aku mulai bertanya, berusaha setenang mungkin meski rasanya suaraku yang terdengar bergetar. “Engg… engga apa-apa, kok, Kak,” jawabnya terputus-putus. Kenapa, sih? Apa dia takut kepadaku karena merasa bersalah sudah menumpahkan minumanku? “Masalah minuman tadi kamu nggak perlu mikirin. Lagian aku sama April bisa beli lagi nanti,” terangku, berusaha menenangkan siswi itu yang menurut pradugaku masih merasa bersalah tentang segelas tea jus.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai thanks for the advice
Baca
+Pustaka
Help Me

Help Me

Situasi aneh kemudian mencair ketika Roberth secara tiba-tiba tertawa begitu saja, "Hahaha ... sudah kubilang daging dibagian rusuk adalah hal yang terburuk Amber" Ucapan Roberth membuat Amber menekuk wajahnya, namun semua itu bukanlah suatu masalah besar. Roberth kini berjalan menuju kearah Violence dan nyonya Wilson seraya membawa dua buah cangkir di kedua tangannya. "Hilangkan rasa amis itu dengan ini" Roberth menyerahkan sebuah cangkir dengan isi yang sama seperti tempo lalu, sesuai dugaan itu adalah teh cornelian cherry.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai thanks for the advice
Baca
+Pustaka
Terima Kasih, Mantan!

Terima Kasih, Mantan!

Sarno mendorongku kembali ke kursi, tubuhnya melayang di atasku, lalu berkata dengan nada yang rendah dan merdu, “Mau kabur?” “Neti, aku ‘kan sudah mengajarimu untuk pertimbangkan segala konsekuensi sebelum bertindak. Sekarang cukup bilang terima kasih saja?” Aku mengkerut, lalu bertanya, “Kalau gitu, apa maumu?” Sarno menunduk dan mengusap sudut mulutku, lalu berkata, “Aku yang mengajarimu segalanya, masa kau nggak tahu cara berterima kasih?”
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai thanks for the advice
Baca
+Pustaka
Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Aku tidak tahu mana yang lebih membuat jantungku berdetak cepat, rasa perih di kakiku, atau jarak di antara kami yang begitu dekat Terakhir, Tuan Adrian menempelkan plester di atas lukaku yang terbuka. “Sudah.” Dan begitu Tuan Adrian berkata demikian, rasanya dadaku kembali lega dan aku langsung bisa bernapas normal lagi. Langsung kuturunkan lagi kakiku. “T-terima kasih, Tuan.” “Kita sebaiknya tidak usah ikut outing besok. Lukamu bisa tambah parah jika terlalu banyak berjalan.”
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai thanks for the advice
Baca
+Pustaka
Thanks For My Happy Ending

Thanks For My Happy Ending

Tetapi setelah melihat senyuman dan anggukan kepala dari Olin, Bintang merasa sedikit lega. "Loe antar gue sampai depan gang, ya", Pinta Olin. Bintang menganggukan kepalanya, tersenyum tulus, diikuti dengan kak Alana yang mengelus punggung tangan Olin pertanda ia meminta maaf atas penolakan malam ini. *** "Gue minta maaf atas kejadian tadi", Ucap Bintang membuka obrolan. Mereka sedang berjalan kaki didalam gang sempit, terlihat sedikit gelap karena kurang pencahayaan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai thanks for the advice
Baca
+Pustaka
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Regar pun maju satu langkah kemudian mengulurkan tangannya, “sorry soal omongan gue tadi,” “Gue maafin. Jangan diulangin lagi ke gue ataupun cewek lain,” balas Nessa sembari menjabat tangan Regar lalu mengembalikan dompet cowok itu. Regar mengangguk, “makasih,”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai thanks for the advice
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status