TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
"Maaf jika kamu merasa kurang dihargai. Semata ketidaktahuan saya. Tapi, menghargai atau nggak, harusnya tergantung persepsi, kan? Persepsi saya mungkin kurang tepat di matamu. But, anyway, asal kamu tau, saya pantang menyentuh wanita di luar nikah. Awal nikahin kamu, pantangan itu harusnya hilang, tapi saya enggan, karena kecewa dan membenci kamu."
Namun, begitu dengar penjelasan kamu sebelum malam pertama kita, saya tersadar. Kamu punya integritas. Mengerti kewajiban istri. So, saya menghargai dan menerima maksud baik kamu."
Mata indah Prisha mengerjap. Malu campur senewen. Tak bisa ia ingkari, yang menuntut nafkah batin duluan itu dirinya. Sungguh aneh jika sekarang ia justru mempermasal