Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diasuh Bos Besar

Diasuh Bos Besar

Yang laki tidak mau kalah, Denis si tambun dan Marcel yang berkacamata, semakin kalap menginjak-injak punggungnya. “Akh... kurang ajar kalian semua! Akan kubalas kalian!” Makian dan ancaman, Alisa tujukan pada ketujuh anggota geng Andika yang tengah membully-nya habis-habisan. “Oh ya? Ancamanmu sungguh menakutkan, hei penjual gorengan! Kakiku sampai gemetaran.” Cemooh Lukas yang memiliki tubuh tinggi proporsional dengan gaya rambut pampadour warna ash grey.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as the bullies
Read
+Library
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

“Gue mau jujur. Di SMA gue di-bully.” “Seorang lo di-bully? Atas dasar apa?” tanya Tito luar biasa kaget. “Mulut lo yang tajem kayak pisau baru diasah itu?” “Enggak, ya! Enak aja! Gue kalau ngomong dulu tuh, lembut tahu!” “Hi! Merinding gue dengernya,” cemooh Tito yang kemudian merebut guling yang dipakai Jameka untuk dipakai sendiri.
948 viewsCompletedAdded to Library 26 Times as the bullies
Read
+Library
DIBULLY SUAMI SENDIRI

DIBULLY SUAMI SENDIRI

Meski pun saban hari aku selalu membully-nya dia terkadang menerimanya saja. Puncak bully-anku padanya mungkin agak sering beberapa waktu belakangan. Pernah di dapur ini, saat dia sudah memegang piring aku menegurnya. "Makan terus..., nggak sadar badan semakin melar, Dek??" Aisya menatapku. Tangannya bergetar, piringnya pun ikut bergetar. Dia sedang menahan amarahnya sekaligus mungkin menahan laparnya.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as the bullies
Read
+Library
BALADA SANG MANDARA

BALADA SANG MANDARA

Aura lemah yang menyertainya tentu saja memancing para 'predator' sekolah yang haus darah untuk datang dan melakukan penindasan. Nun di parkiran sekolah, tiga orang pemuda berseragam sudah mulai memasang muka bengis dengan seringai penuh arti. "Murid baru yang satu ini sepertinya menarik..." gumam salah seorang dari antara mereka, cowok itu berwajah lumayan, namun matanya yang licik membuat orang tidak terkesan pada kegagahan parasnya. Namanya Rubby. Dia terkenal sebagai ketua geng pembuli yang senang berbuat onar. Kedua cowok yang saat itu bersamanya adalah Tio dan Fandy, dua ajudan setia yang selalu menemaninya malang melintang sebagai 'bandit' sekolah. Mereka memang menikmati peran bruta
4.1K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as the bullies
Read
+Library
Makhluk Panggilan Terkuat

Makhluk Panggilan Terkuat

Dan, bayangan dirinya sendiri dibully oleh rekan-rekannya tiba-tiba terbayang. Rasa sakit yang dideritanya saat dibully sulit untuk dihilangkan. Kenan melihat bayangan samar dirinya saat dibully. Matanya melihat semua kenangan itu dan benar-benar muncul di depannya. Bug! Tendangan kaki tanpa pengantar, lurus mengenai perut Kenan dengan baju sekolah. Kenan terjerembab dan membentur dinding. ”Jangan berani melawan, jika aku suruh keluarkan uang kamu harus keluarkan uang sakumu!” teriak seorang pembully, Tomi.
9.23.6K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as the bullies
Read
+Library
Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Maklum, namanya juga masih dalam tahap pencarian jati diri yang sebenarnya, iya kan? “Membela teman yang dibully memang benar, tapi bukan berarti kamu harus melakukannya dengan cara kekerasan. Dan mengancam termasuk salah satu kekerasan verbal. Apa kamu pikir teman yang kamu bantu tidak akan takut sama kamu?” jelas Valerie menahan sabar. “Mana mungkin mereka takut sama aku? Kan aku yang belain mereka.”
104.7K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as the bullies
Read
+Library
Pengantin Pengganti Tuan Muda Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Muda Lumpuh

Tapi bukan Axeria namanya jika dia akan menangis karena hal itu. "Memangnya aku pikirin?" Gumam Axeria dalam hati. "Selama kak Tian suka, aku tidak peduli! Baru bully seperti ini??!! Mereka tidak tahu kalau bullian yang aku terima dari duo kembar jahil di kelas sebelah, melebihi ini semua! Aku sudah kebal!" Seru Axeira dalam hati malah bangga menjadi korban buli kedua kakaknya.
1018.7K viewsCompletedAdded to Library 709 Times as the bullies
Read
+Library
Pemulung Konglomerat 2

Pemulung Konglomerat 2

“Hah? Emm … Ah, kamu William, teman sekelas, waktu di sekolah dasar dulu?” “Wahh … Bukan, dong. Ah, masak iya, teman sekolah dasar. Coba deh, pikir-pikir lagi, hehe” “Emm … Siapa, ya … William … William … Ah, kamu William, teman SMa-ku, yang sering kena Bully itu, kan?” “Astaga … Kok makin parah, ya. Bukan, ya kali, tampan-tampan begini, dibilang sering di Bully, sih?” kata William, dengan raut wajah yang mulai sedikit jengkel.
9.3124.9K viewsOn holdAdded to Library 4.2K Times as the bullies
Show Reviews (75)
Read
+Library
A_W
Halo, Kakak-kakak semua, wah udah lama ga update yak? Maaf ya, saya udah coba buat ngelanjut next bab nya, tapi sepertinya rada-rada susah gitu, hehe. Mungkin, efek dari ga bisa ngudut kali yak, wkwk, puasa... Tapi tenang, berhubung makalah untuk kuliah udah kelar, lusa saya udah mulai aktif lagi.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Antara Cinta dan Takdir

Antara Cinta dan Takdir

Perlahan aku mulai menjelaskan semuanya pada Gentara. Seperti biasa dia hanya mengangguk dan sesekali bertanya ketika dia tidak mengerti. Aku menceritakan semua kelakuan teman-temanku hingga berujung perundungan. Tapi, aku belum siap memberitahunya tentang siapa ibu ku sebenarnya. Padahal itu adalah alasan utama kenapa aku dibully. "Apakah mereka manusia?" Keningku berkerut mendengarnya, terasa aneh saja menurutku. Tentu saja mereka manusia, tapi kelakuannya lebih buruk dari hewan. Jahat? Nyatanya mereka seperti itu.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as the bullies
Read
+Library
Ketetapan Cinta

Ketetapan Cinta

Mereka merupakan geng yang terkenal di sekolah karena kekayaannya, kecantikannya dan kesadisannya mereka. Mengapa mereka di bilang sadis, karena waktu itu saat kegiatan Osis berlangsung ada salah satu siswa baru yang melawan. Karena itu mereka berani memukul siswa tersebut lalu menjadikan bahan bullyan. Mereka akan terus melakukannya sampai siswa yang berani dengan mereka meminta maaf dan takut pada mereka. Saat mengetahui informasi tentang Beasiswa itu, Melia dkk sangat antusias dan akan mengikuti tes beasiswa tersebut. Mereka harus menjadi nomor satu di sekolah itu, terutama untuk Melia.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as the bullies
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status