Adiptara Family's
Blood Rain kembali bersuara, sembari maniknya menyorot Anya dengan tatapan antusias, dia berkata, "akan kulakukan dengan cepat."
Pisau tajam itu terangkat, dan__
"Aaaaaa!!" Tanpa peringatan, Anya menjerit kesakitan. Pria gila itu tanpa babibu menyayat lengannya dalam sekali sayat. Darah segar seketika merembes membasahi lengan lalu menerus turun ke arah rumput di bawahnya, bersamaan dengan jatuhnya air mata dipipinya yang pucat. Anya memejamkan mata merasai rasa sakitnya. Dia jadi tidak ingin mati. Sungguh, ini terlalu menyakitkan, pikirnya. Lalu diantara sisa kekuatannya, dia mencoba bangkit, menyeret tubuhnya menjauh.
Hot Chapters