Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan
Penyesalan yang mendalam berubah menjadi air mata, mengalir tanpa henti.
“Maafin Mama, Dimas. Maafin Mama.”
“Mama yang salah. Harusnya Mama nggak pergi beli sayuran. Ini semua salah Mama.”
Dimas menahan sakitnya, tersenyum padaku.
“Ma… Dimas mau pulang,” ucapnya pelan.
Aku mengangguk cepat.
“Ya, kita pulang.”
Malam itu, tak ada seorang pun di rumah. Setelah memastikan kondisi Dimas, aku buru-buru mengemas barang-barang. Keesokan paginya, aku dan Dimas berangkat ke stasiun.
ตอนยอดนิยม