Di Antara Dua Cinta
"Saya hanya menyusun bayangan kasar, Pak. Belum detail."
David justru tersenyum. "Justru itu yang saya cari. Cara berpikir ke depan. Banyak orang terjebak pada eksekusi kecil, tapi lupa membangun citra jangka panjang."
Nindi menunduk, bibirnya terangkat tipis. Degup di dadanya tak lagi sesesak tadi, meski sisa getarnya masih terasa. Obrolan mereka mengalir, sendoknya perlahan ikut bergerak, dan untuk pertama kalinya ia benar-benar bisa merasakan nikmatnya suapan demi suapan. Namun bukan salmon yang memenuhi inderanya, melainkan kenyataan sederhana ini, ia duduk berhadapan dengan David, begitu dekat hingga seakan batas yang memisahkan mereka bukan lagi bumi dan langit, melainkan hanya udara t
Hot Chapters