Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAIN HATI

MAIN HATI

—Lila Winter Menikmati scone dan teh, tidak membuatku lupa bahwa ini bukan di rumah. Selera pria bernama Devon ini memang luar biasa. Ruangan kerja yang dominan dengan warna kayu. Rapi, namun tampak misterius. Terkesan ketinggalan zaman, tapi bernilai seni tinggi. “Kau seharusnya membersihkan dirimu dulu sebelum pulang.” Pria dewasa yang memang lebih cocok dipanggil hot uncle itu, berdiri di sampingku. Dekat pegangan kursi kayu berukir.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai the mad hatter
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

sarkasnya, berkacak pinggang, lalu menghancurkan beberapa barang di depannya. Penderitaan yang dialami Alina, ternyata adalah campur tangan dan rencana keji yang disusun oleh Cindy, 'Si Madu Hitam' yang tak memiliki hati. Ia hanya mementingkan diri sendiri, tanpa peduli membahayakan orang lain. Setelah keadaan mulai aman, Alina dibawa keluar melalui jalan yang terhubung dengan air mancur. Alina terdiam, lalu melepaskan tangannya dari genggaman pria jangkung itu.
791 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai the mad hatter
Baca
+Pustaka
Monsieur OH

Monsieur OH

Siapa itu? Ketika aku memasuki ruangan paman, aku mendapati ada begitu banyak kudapan yang sudah dihidangkan, tampaknya kabar kalau paman menyukai kudapan manis yang ku dengar dari Gilliard benar. Paman lalu menyuruh ku untuk duduk dan kembali menyeduhkan teh untuk ku. "Ada banyak kabar yang beredar tentang calon duke Ophelium selanjutnya di kalangan bangsawan", ujar paman tiba-tiba. Aku hampir tersedak ketika mendengarnya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai the mad hatter
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

hardiknya dengan nada tinggi. Aku tau dia sedang kesal, karena Mas Dewa masih terus curi-curi memandangku. Sementara penampilannya pagi ini sangat berantakan. Lihat saja, daster buntungnya masih yang semalam. Sepertinya maduku itu juga belum cuci muka karena masih ada jejak berwarna putih yang menempel dekat pipinya, serta rambut yang belum disisir sama sekali.
9.6289.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.3K kali sebagai the mad hatter
Baca
+Pustaka
MADU DARI MERTUA

MADU DARI MERTUA

Permasalahan Sabrina dan Doni juga kisah masa lalunya dengan Sania membuat Martin mencari sedikit hiburan dengan mendatangi sebuah cafe sendirian. Hanya duduk manis, memesan secangkir kopi hingga tanpa sadar, jam sudah menunjukkan pukul 20.45. Martin pun bergegas pulang.
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai the mad hatter
Baca
+Pustaka
Mr. Fragrant and Me

Mr. Fragrant and Me

Lagi – lagi Kala merutuk, kenapa harus ia sendiri yang lupa membawa topi sedangkan yang lainnya malah lupa membawa name tag sehingga ia harus terlihat beda sendiri? “Untuk adik – adik yang lupa membawa name tag, boleh ikut Kak Waldo. Nah, untuk adik satu – satunya yang lupa bawa topi, boleh ikut Kak Jevan ya.” Ujar seorang panitia perempuan yang tengah berdiri sembari tertawa– diikuti oleh mahasiswa lain.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai the mad hatter
Baca
+Pustaka
Mistpouffer

Mistpouffer

Laki-laki itu biasanya punya image yang dingin, jadi rasanya agak mustahil melihat Sirius yang memiliki ekspresi seperti itu. “Di mana Inola?” tanya Sirius dengan nada datar. Aruna hanya menunjuk lantai atas dan tanpa basa-basi Sirius langsung pergi ke atas. Namika dan Aruna mengikuti Sirius dari belakang. Perempuan itu melihat Aruna yang masih dengan santai menghisap rokoknya. Sepertinya Sirius benar-benar marah sehingga tidak memperhatikan Aruna. Namika membulatkan matanya ketika Sirius menampar Inola dengan sangat keras. Gadis itu hanya dapat menundukkan kepalanya dan badannya bergetar.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai the mad hatter
Baca
+Pustaka
My Dangerous Mafia

My Dangerous Mafia

ucap Mad tanpa mau dibantah dan melangkah keluar ruangan. Malam ini, Mad berniat ingin melihat gadisnya yaitu Olivya. Dengan menyamar dirinya semata-mata orang misterius. Mad mematut dirinya didepan cermin, ia mengenakan celana hitam,hoodie hitam,masker hitam dan terakhir ia memasangkan kaca mata hitamnya. Mad melangkah keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga dengan cepat. “Hoi pencuri!!” teriak salah satu anak buahnya. Bahkan anak buahnya yang sudah bertahun-tahun bekerja dengannya pun tak mengenalinya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai the mad hatter
Baca
+Pustaka
Mr. Perfect

Mr. Perfect

Aku ingin, Daisy segera tahu seperti apa laki-laki brengsek yang coba Daisy pertahankan selama ini. Aku mengernyit. Hotel Calton adalah hotel murahan yang dikenal sebagai tempat para laki-laki hidung belang yang kere. “Kau yakin?” Aku memastikan. “Aku yakin, Pak. Nomor kamarnya 202.” “Oke.” Aku memutuskan sambungan sepihak dan keluar dari ruangan. Daisy masih sibuk dengan pekerjaannya, padahal waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai the mad hatter
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status