Ada satu adegan di 'AADC 2' yang bikin aku geleng-geleng. Di situ, Rangga bilang ke Cinta, 'Aku bakal selalu jujur sama kamu,' padahal dia lagi sembunyiin masalah besar tentang kuliahnya di luar negeri. Yang bikin greget adalah cara dia ngomong dengan tatapan teduh dan nada pelan, seolah-olah itu kalimat suci. Padahal, konfliknya justru muncul karena kebohongan kecil ini. Scene ini ngena banget karena menggambarkan bagaimana 'kata-kata manis' sering jadi batu loncatan untuk drama yang lebih dalam.
Yang lebih klasik ada di 'Ada Apa dengan Cinta?' versi pertama. Di akhir film, Rangga ngasih surat berisi janji-janji romantis, tapi sebelumnya sempat menghilang tanpa penjelasan. Kata-kata seperti 'Kamu adalah alasan aku kembali' terdengar poetic, tapi juga ironis karena dia memilih pergi dulu tanpa ngobrol baik-baik. Ini contoh sempurna bagaimana film Indonesia suka memainkan dinamika 'white lies' dalam percintaan.