Tiga Mayat Satu Takdir
kata Sarah, menatap ke luar jendela, melihat pria tua dengan kapak yang kini kembali dari hutan, tubuhnya penuh debu tapi langkahnya teguh.
Mereka bertemu kepala desa di tengah desa, di bawah pohon besar yang akarnya menjalar luas. Pria tua itu berdiri tegak, kapaknya bersandar di bahu, wajahnya penuh bekas luka dan pengalaman tempur yang tak bisa disembunyikan. Matanya emas tua menatap Kael dengan tenang, tapi ada kekuatan di baliknya yang membuat bulu kuduk berdiri. “Aku Garon,” katanya, suaranya dalam dan serak, “Kepala desa ini. Kalian murid Aldos—bagaimana kabarnya dia?”
Hot Chapters