ART Kesayangan Tuan Rain
Di tangan Rain, mikrofon mulai bergetar lembut, dan dengan suara yang penuh emosi, ia mulai membacakan puisi.
“Untuk Summer,” suara Rain bergema lembut di seluruh arena. “Kamu adalah cahaya yang menerangi hari-hariku, bintang yang bersinar di malam gelapku. Dalam setiap detik yang kita lewati bersama, kamu telah mengisi hidupku dengan kebahagiaan dan cinta yang tak terukur. Kamu adalah sahabat terbaikku, dan aku bersyukur memiliki kamu di sisiku.”
Di kursinya, Summer menahan napas. Ini lebih dari yang ia bayangkan. Sudah jelas, puisi yang Rain bacakan hanyalah untuk dirinya seorang.
Hot Chapters