DARI BENCI JADI PASUTRI
Seolah tubuhnya tahu persis harus apa, kapan, bagaimana, ke siapa.
Sedang Casa tidak bergerak. Dia hanya menatap, membiarkan detik-detik itu mengulur, membiarkan jarak di antara mereka menyusut tanpa satu pun kata. Dan saat Utara akhirnya berbaring di sampingnya, dengan napas yang sedikit lebih cepat dari biasanya, dunia terasa mengecil. Hanya ada selimut dan mereka berdua.
“Loh?”
“Aku mau tidur sama istri aku,” papar Utara. kalimat yang dia sendiri nggak nyangka.
Hot Chapters