SUAMIKU SAINGANKU
teriakku panik dari luar kamar mandi, suaraku bergema di lorong rumah.
Arga hanya mendesah, suaranya berat namun terkontrol, lalu memutar kunci kamar mandi. Ia keluar dengan rambut basah yang masih menetes, mengenakan handuk yang disampirkan di bahu, dan memandangku dengan ekspresi datar.
"Cepat, kita sudah telat," katanya, nadanya terdengar sedikit tajam, tapi penuh kepastian.
Hot Chapters