Shadow of Revenge
Tersenyum getir, Alexander masih ingat bagaimana bahagianya mereka dulu saat mengetahui kehamilan pertama Fawn.
Pintu kamar diketuk. Alexander langsung menyembunyikan kotak itu. Tak berselang lama, Emila masuk dan menghampirinya. Wajah wanita itu terlihat sumringah. Namun, begitu mendekat, wajahnya langsung berubah sendu. “Suamiku, kau tidak bisa terus-menerus bersedih di kamar. Bagaimanapun, kita harus mengadakan acara pemakaman meski tubuh Callister ….” Emilia tak melanjutkan perkataannya. Orang suruhannya bilang tubuh putra tirinya hangus menjadi abu bersama mobilnya di dasar jurang.
“Apa dia benar-benar tiada? Jasadnya bahkan tidak ada. Bagaimana bisa kita mengadakan acara pemakaman untu
Hot Chapters