Wanita Sewaan Pak Elian
Kali ini, ia tidak hanya mencium bibir, tetapi beralih menelusuri setiap inci leher Vior, lalu turun ke ceruk bahunya, menciptakan jejak-jejak hangat yang membuat Vior menggeliat tak tahan.
Dengan gerakan yang tangkas, Elian melepaskan kaosnya, melemparkannya asal hingga mendarat di lantai. Tubuh atletis itu terpampang nyata di bawah cahaya kamar yang temaram. Otot-otot dada dan perut yang terbentuk sempurna itu memicu napas Vior yang semakin tercekat. Vior menyadari satu hal: ia sedang berada di titik yang tak mungkin bisa kembali lagi.
"Maaf, tapi saya... agak hyper," bisik Elian di dekat telinga Vior, sebuah pengakuan yang membuat jantung Vior serasa ingin melompat keluar dari rongga dada
Hot Chapters