Bukan Pemuas Nafsu
Tapi, itu hanya akan membuatku dan janin di dalam perutku semakin terpuruk, sedangkan mereka, mereka akan tertawa puas, menikmati kecurangannya.
"Non Tina, mau minum apa?" suara Bi Jum membuyarkan lamunanku.
"Air putih aja, Bi!" sahutku pelan. Bi Jum segera mengambilkan segelas air putih untukku.
Hari ini aku merasa begitu lelah, setelah melihat kenyataan pahit yang harus aku terima. Setelah menghabiskan satu gelas air putih, aku beranjak dari sofa, berjalan menaiki anak tangga menuju kamarku di lantai dua. Aku ingin segera istirahat.