Mati Kembar
Aneh, bahkan Beni kembali menyalahkan dan mencari sebab tidak jelas atas kehadiran si kembar dalam kehidupan kami.
“Sayang, jangan ngambek gitu dong. Aku nggak ke mana-mana kok, cuma main sama si kembar di rumah.”Aku merebahkan kepalaku ke sisi pundak Beni dan dua tanganku merangkul pinggangnya.
“Iya! Tapi, kan, aku juga butuh kamu, Dinda!” pekik Beni seraya melepaskan tanganku, dari ekspresi wajahnya ia telihat sangat kesal dan marah.
Hot Chapters