Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Under The Skies of Yokohama

Under The Skies of Yokohama

Sebelum Ishida berkata yang tidak-tidak, Izumi segera menyela, “Apa kau menikmati makan siangmu?” Bibir Miyu membentuk bulan sabit yang sempurna, “Apa kau melihatnya?” Izumi mengangguk, gadis di depannya benar-benar sedang kasmaran tingkat dewa. “Dia ingat aku memesan ichigo dango saat loka karya kemarin, dan tadi ia memberiku sekotak ichigo dango.” Miyu tidak tahu bukan hanya ichigo dango yang merah jambu, tapi pipinya juga. Kedua tangannya menggenggam kedua tangan Izumi sambil di ayunkan ke kanan dan ke kiri. Gadis itu terus bercerita sampai-sampai ia lupa pertanyaannya tadi belum sempat dijawab.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai tokyo mew mew ichigo
Baca
+Pustaka
Tokyo Love Letter - Hibiki

Tokyo Love Letter - Hibiki

Ia mengetik pesan LINE: “Heri-san, kamu paling suka pergi ke mana kalau lagi di Tokyo?” Jawabannya mengejutkannya. “Eh? Hmm… Naka-Meguro, Jiyugaoka, Ochanomizu, sepanjang aliran Tamagawa, Kichijoji, Hachioji, Mejiro, Nippori, Fussa, Tachikawa... Apalagi ya? Oh! Ameyoko yang sepanjang rel Ueno – Okachimachi , itu dihitung nggak ya?”
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai tokyo mew mew ichigo
Baca
+Pustaka
Magic You

Magic You

Maki bekicot. Aku terkikik dalam hati. Aku menang. Aku pun naik motorku dan di ikuti bekicot. Dia ngak mau memelukku. Hem. Karena aku udah tau kekurangannya. Aku akan balas dendam. Ku gas sedikit keretaku tanpa melajukannya. Deb Yang benar aja. Dia memelukku. Aku tersenyum dalam helm full face ku.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai tokyo mew mew ichigo
Baca
+Pustaka
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

Ichigo mengangguk kecil lalu duduk di salah satu sofa ruang tamu. Dimas masuk ke kamar mandi, membasuh wajah dan menyegarkan diri. Beberapa menit kemudian, dia kembali dengan ekspresi lebih siap, lalu duduk berhadapan dengan Ichigo. “Kau yang meneleponku?” tanya Ichigo santai. “Iya,” jawab Dimas sambil bersandar. “Aku lupa kartu yang kau pinjamkan padaku waktu pacuan kuda.”
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai tokyo mew mew ichigo
Baca
+Pustaka
Mas Gege, I Love You!

Mas Gege, I Love You!

Mendadak pipiku terasa panas, senyum tulus berusaha kuukir di bibirku. "Mm–makasih ya, O–om." Tunggu saja, lain waktu akan kuganti, insyaallah. Alis tebal lelaki itu terangkat. "Om? Nama saya Geovano." Nama yang keren. Sekeren Revi. Tidak, bahkan mungkin Geovani lebih keren dibanding Revi. Wajahnya sedikit mirip dengan Zayn Malik. Apa aku terlalu banyak menonton film Drakor? Lihatlah, harapan untuk hidup bersama Geovano diam-diam telah kurajut. Huaaa!!
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai tokyo mew mew ichigo
Baca
+Pustaka
A Wandering Star

A Wandering Star

Kali ini, Higiri benar-benar merasa tidak nyaman. "Higiri? Sebentar dulu. Kau harus mengenalku. Namaku Ichigo. Ada baiknya kau memanggilku Ichigo saja. Aku ingin berteman denganmu," ucap Ichigo, gadis yang tingginya sekitar seratus tujuh puluh sentimeter, dengan rambut berwarna merah muda, dan bola mata hitam. Ia adalah ketua geng para gadis di sekolah itu. "Aku tidak berminat," balas Higiri, dengan nada ketus dan tatapan mata yang benar-benar menunjukan bahwa ia tidak tertarik sama sekali.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai tokyo mew mew ichigo
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

Amora pergi dengan ojek online. Sesampainya di sana, Amora celingak-celinguk mencari markas Oscar. Ia tidak tahu ciri-ciri anak Oscar. Berbeda dengan anak-anak Baskara yang mencirikan diri mereka dengan gelang tali berwarna biru. Saat itu, Amora tak sengaja melihat seorang cowok dengan motor ninjanya dengan pelan. Ia pikir, mungkin itu salah satu anak Oscar. Amora mengikuti dari belakang dan benar ... Amora menemukannya. Markas Oscar. Amora yakin. Ia melihat banyak motor dan ... Ia juga melihat salah satu cowok yang waktu itu memukuli Raga bersama Jeha di belakang sekolah. Amora melangkahkan kakinya tanpa rasa takut. Rasa penasarannya mengalihkan ketakutannya. Saat sampai di sana, beberapa a
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai tokyo mew mew ichigo
Baca
+Pustaka
Hayu

Hayu

Laki-laki memang egois. Hayu diam, dia enggan menatap ke arah Bisma, dia kecewa di level tertinggi, hingga tak sanggup meneteskan air matanya. Hayu sudah ikhlas jika kisahnya kali ini berakhir sampai di sini, dia yakin Tuhan memiliki rencana yang indah untuk dirinya dan juga ibunya. Dia tak mau mereka menginjak-injak harga dirinya dan juga ibunya. Mengalah itu ada batasnya, ketika batas itu sudah terlalu jauh dilampaui, maka tak ada seorang pun yang lemah, mereka akan menjadi lebih kuat. Bisma menatap wajah Hayu, hingga seseorang menepuk pundaknya, membuatnya terjengit kaget.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai tokyo mew mew ichigo
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Ichida hanya memasang mimik kesal dengan mengerucutkan bibir sambil mendorong gerobak ke tempat tujuannya. “Eguchi, dimana Orochi?” tanya Pak Zukida setelah memastikan Ichida benar-benar ke hutan. “Di dalam. Sedang beristirahat.” “Sampaikan salamku ke Orochi, ya.” Eguchi mengangguk. Usai menjemur, Eiko menyilakan Eguchi untuk sarapan. Tidak ada yang istimewa dengan menu makanan tersaji di meja, hanya sup dengan wortel serta nasi hangat. Eiko berkata, wortel yang dia dapat di kota merupakan sebuah keberuntungan. Hanya satu-satunya wortel yang dijual oleh pedagang sayuran setelah Eiko dan Pak Haede (yang mengantar Eiko ke kota sembari Pak Haede dan Isae berjualan) mencari-cari sayuran ini di p
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai tokyo mew mew ichigo
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status