Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kurir Pemilik Sistem

Kurir Pemilik Sistem

Lantainya marmer hitam mengkilap, memantulkan bayangan lampu-lampu kota dari jendela kaca besar yang membentang dari lantai hingga langit-langit. Di tengah ruangan, seorang pria duduk di kursi kebesaran berbahan kulit hitam. Kursi itu besar, sandarannya tinggi, hampir seperti singgasana. Pria itu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, matanya yang tajam menatap ke luar jendela, menikmati pemandangan city light Jakarta yang gemerlap. Di tangan kanannya, sebatang cerutu Kuba menyala, ujungnya berwarna merah membara, asap putih tipis mengepul ke udara, membentuk lingkaran-lingkaran yang perlahan menghilang.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Casabelle

Casabelle

Sepertinya nyaman duduk di sana daripada duduk di sofa ujung ruangan Axton Ara berjalan dengan perlahan menuju meja Axton dan mendudukkan tubuhnya di kursi kebesaran Axton. Erangan nyaman meluncur dari bibir Ara ketika dirinya juga melepaskan sepatu yang sedang dikenakannya sejak tadi. Memang kursi mahal memang berbeda dari kursi-kursi biasa lainnya. Sepertinya Ara akan meminta Axton untuk membelikannya kursi seperti ini untuk di rumah.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Cintaku 100 Hari

Cintaku 100 Hari

Arka menyandarkan punggungnya ke kursi, lalu membuka obrolan dengan ekspresi percaya diri. “Sumpah, tadi kayaknya semua cewek terpesona sama ketampanan gue,” ujarnya sambil menyeringai bangga. Agra langsung mendengus pelan. “Percaya diri banget lo.” Saka hanya menggeleng sambil tertawa kecil. Tak lama kemudian, Zalleon datang dan duduk di kursi kosong di antara mereka. Ia tampak sedikit melamun, tetapi akhirnya ikut bergabung.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Derita Istri Simpanan Pria Angkuh

Derita Istri Simpanan Pria Angkuh

Arga akan memilih untuk duduk dan bersantai di ruangannya sambil memeriksa berbagai macam laporan keuangan serta laporan-laporan mengenai apa saja yang terjadi di tempat usahanya tersebut Arga selalu memberikan perintah kepada Teddy agar tempat usaha malamnya ini bebas dari obat-obatan terlarang sehingga tidak ada para pengedar yang masuk ke dalam usaha miliknya Arga duduk di kursi berwarna hitam dengan memiliki sandaran yang lebar. Seperti bentuknya kursi ini sangat nyaman dan juga empuk sehingga membuat pria yang gila kerja itu akan merasa nyaman duduk berlama-lama di kursinya. Pria itu memandang layar laptop yang ada di depannya. Ia melihat gadis yang sedang sibuk keluar masuk toilet unt
1066.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

"Sekarang, kalian akan menyaksikan bagaimana dunia ini berjalan tanpa campur tangan tangan dingin kalian." Konfrontasi Intim: Mahkota yang Ditolak Surya melangkah menuju takhta tertinggi—sebuah kursi yang terbuat dari esensi murni penciptaan yang disebut The Origin Seat. Siapa pun yang duduk di sana akan memiliki kekuatan untuk menulis ulang seluruh semesta sesuka hati.
992 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Kultivator Tangguh

Kultivator Tangguh

Waktu pun tak terasa, tidak diceritakan perjalanannya didalam portal, mereka berloncatan keluar dari sebuah portal, dan Raja Golden Tiger membawa mereka kesebuah tempat yang sangat dirahasiakan, disebuah Goa yang berada di Lembah yang dalam dan gelap, namun didalam Goa sangat terang sekali. Mereka dihadapkan kepada seorang Dewa Cahaya, yang duduk di atas kursi terbuat dari batu hitam. Dewa Cahaya menatap sepasang pemilik Pedang Dewa Petir dan Mawar, serta kedua kuda tunggangannya penuh selidik.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Sang Legenda dalam Takdir Tuan Muda

Sang Legenda dalam Takdir Tuan Muda

selaku. Aku mengamati ruangan ini dengan seksama. Tepat di depan pintu adalah kursi empuk sandaran tinggi melebih kepala yang tampak dibalut oleh bahan kulit hewan dengan tekstur serta berwarna hitam pekat. Di depan kursi itu ada meja besar yang di atasnya terdapat: tumpukan kertas dan map, wadah alat-alat tulis, beberapa buku berdiri ditahan alat penyangga, serta sebuah teknologi yang aku tahu bernama laptop. Meja itu terbuat dari kayu cokelat gelap yang tampak kokoh.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Klan Phoenix

Kebangkitan Klan Phoenix

Tongkat itu terbuat dari kayu oak yang diukir dengan simbol-simbol kuno, dengan kristal biru cerah di ujungnya. Kiran menerimanya dengan rasa terima kasih. "Berhati-hatilah di sana," kata Emma dengan senyum. "Kami akan mendukungmu," tambah Chen. "Dan ingat," kata Pigenor dengan suara rendah, "percayalah pada instingmu."
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

"Tapi Dr. O’Connor yakin ada harapan bahwa kombinasi panjang gelombang sinyal baru mungkin bisa masuk. Sejujurnya, ini agak di luar pemahaman saya. Namun, beliau akan menjelaskannya saat pengarahan." "Dan bagaimana dengan kursinya?" tanya pejabat Tiongkok itu. "Kursi itu berdebu di ruangan di bawah. Saya khawatir tanpa mini dan Tuan Bronson, kursi itu sama sekali tidak berguna." Setiap delegasi familier dengan peran Khaled Thunderhawk dalam peluncuran piramida-piramida itu. Ketika benda-benda itu kembali enam bulan lalu, mereka semua terlibat dalam keputusan untuk menyadarkannya dari koma—dengan cara apa pun. Kursi itu dibuat sebagai penguat untuk mini dan sebagai wahana transmisi untuk otak
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Priaku di Kursi Roda

Priaku di Kursi Roda

Terlebih pada pria yang duduk di kursi roda, aku sangat membencinya. "Ngapain? Lo pikir gue datang kemari buat ngabisin malam pertama bareng lo? Ck, gak usah berharap banyak. Inget ini cuman pernikahan kontrak." Tanganku terkepal kuat mendengar penuturan pria kursi roda itu. Dasar orang kaya! Memangnya aku tak punya hati apa? Memang benar orang yang banyak hartanya pasti takpunya hati.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai tongkat kursi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status