Sangkar Emas Sang Putri Tawanan
Tanpa diduga, wanita itu bergerak maju, mendekat dengan langkah gemetar, sebelum akhirnya meraih tangan Hunter dengan cengkeraman yang lemah tapi penuh harap.
“P-please, help us," pintanya dengan suara serak, hampir seperti bisikan yang terseret keluar dari dasar putus asa. Matanya yang memohon mencari jawaban dalam tatapan dingin Hunter.
Hunter hanya menatapnya kosong, tanpa emosi. Dia tidak merasakan apa-apa—tidak kasihan, tidak simpati. Wanita itu memohon pertolongan dari orang yang salah. Tatapan kosongnya seperti jurang tanpa dasar, tak ada harapan yang bisa terpantul kembali. Tujuannya di sini bukan untuk menyelamatkan siapa pun, terutama bukan untuk menyelamatkan seorang wanita dari s
Hot Chapters