Madu Muda : Ketika Cintaku Direnggut Paksa
**
Kulipat sejadah setelah doa panjang dari sepertiga malam, cahaya keemasan mulai menerangi ufuk timur menandakan hari baru menungguku.
Kubuka pintu dan pintu pagar, untuk menyapu sekaligus menunggu penjual jajanan membawakan dagangannya. Biasanya putri dan Raihan sangat menyukai kue lupis, jadi aku akan membeli untuk mereka.
" Assalamualaikum, Mbak," ucap Salah satu pekerja di kebun kami.
"Iya, Pak Hasan, tumben pagi pagi," ucapku.
"Begini Bu, kami di kebun kehabisan pupuk, juga, beberapa pekerja mau minta tolong pinjam uang, Bu. Katanya buat belanja anak," ucap Pak Hasan yang merupakan orang kepercayaan kami.
Hot Chapters