Cinta Romantis Bagaikan Buih
Dia mengangkat matanya yang sudah merah dan bersikeras berkata: “Dia akan tahu, asalkan aku menulisnya sampai habis dia akan maafin aku, iya benar, aku harus dengan sungguh-sungguh......”
Suaranya serak, tapi terkesan begitu semangat, bahkan matanya terlihat sangat teguh sampai aneh. Ucapannya sampai setengah, tibaa-tiba dia berdiri dan merebut bukunya, terus menulis dengan tangannya yang gemetar, sambil menulis dan bicara tanpa henti.
“Chinta, aku bersalah, kamu pasti akan maafin aku kan? Asal aku tulis penuh buku-buku ini, kamu akan pulang dan maafin aku, maafin......”
Hot Chapters