Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hush! No Drama Allowed

Hush! No Drama Allowed

"Ada undangan buat Mbak." Aku membuka undangan pernikahan yang diberikan Laras. Nama Bekti dan Alyssa tertulis dengan tinta emas di undangan itu. Aku tersenyum pahit. Tiba-tiba semua orang yang aku kenal menikah. Kubaca tanggal yang tertera pada undangan itu, masih dua minggu lagi. Walaupun Sam sering menolak menghadiri acara pernikahan, kali ini jika diperlukan, aku akan menyeretnya ikut. Aku akan memastikan dia tidak punya alasan untuk menolak hadir di pernikahan Mas Bekti.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as tulisan undangan pernikahan
Read
+Library
Menerima Lamaran Kekasih Sahabatku

Menerima Lamaran Kekasih Sahabatku

Bukan bermaksud menjadi anak durhaka, dia hanya tidak ingin menangis di depannya. Ponsel berdering, Ainun sengaja tidak mengangkat panggilan dari nomor baru itu. Beberapa detik kemudian, ada pesan masuk. +62811-430-xxx : Assalamu'alaikum, jangan lupa datang di acara pernikahan kami, ya. Silakan buka tautan untuk melihat undangannya. By: Alia. Ainun langsung membuka tautan undangan bertema Hello Kitty itu seperti sengaja didesain khusus untuk anak muda. Pada bagian bawah, tertera kolom jika ingin memanjatkan doa pada calon mempelai.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as tulisan undangan pernikahan
Read
+Library
Kukembalikan Suamiku pada Istri Pertamanya

Kukembalikan Suamiku pada Istri Pertamanya

tanyaku sambil buru-buru bangkit dari kursi. "Gak apa-apa. Soalnya ini bukan urusan pekerjaan juga. Saya cuma mau ngasih ini. Undangan pernikahan. Jangan lupa datang ya!" Bu Latifa meletakkan kertas undangan berwarna emas itu di atas meja. "Insyaallah, Bu. Saya usahakan," jawabku sambil mengangguk dan tersenyum kecil. "Selamat ya, Bu. Ikut berbahagia," sambungku antusias.
1062.4K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as tulisan undangan pernikahan
Read
+Library
KAU RUJUK AKU MERAJUK

KAU RUJUK AKU MERAJUK

Padahal uang itu bisa dia gunakan untuk biaya perawatan ke salon sebelum menikah. "Ada perlu apa?" Hanin menatap Sita dingin. Hilang sudah Hanin yang dulu selalu berwajah ramah setiap kali berkunjung ke rumah Sita. "Ini undangan pernikahan kami, kuharap kau datang! Acaranya mulai jam sembilan besok pagi." Sita meletakkan undangan berwarna merah dengan pitas emas sebagai pengikatnya itu di depan Hanin.
10134.3K viewsCompletedAdded to Library 5.0K Times as tulisan undangan pernikahan
Show Reviews (15)
Read
+Library
Pepi Arastya
Karakter Hanin ... Perempuan biasa yg kuat, ibu yg baik utk Dipta sang anak, sayang keluarga, pinter cari duit. Kisah Hanin ini benar-benar menyentuh. Peluk sayang utk Hanin dan si kecil Dipta. Sukses slalu utk author ...⚘⚘
RATNA SARIDEWI
Bagus cuma anehnya dan agak maksa itu gilanya Sita kok jadi salahnya Hanin, dia yang jadi pelkor salahnya Hanin, dia yang bertengkar bakan ditalak lagi sama suaminya salah Hanin, urusan pekerjaan rusak salah Hanin,mpokoknya salah Hanin dah
Read All Reviews
My Pain Killer

My Pain Killer

Sebuah papan besar dengan kertas-kertas kecil ditempel bersisian dengan meja itu. Aku berusaha bangkit, memaksa langkah mendekat ke arah meja. Memperhatikan tulisan tangan Rio yang menghiasi kertas kecil yang ditempel pada papan. Tertulis di sana segala checklist persiapan pernikahan kami. Dadaku kembali sesak melihat segala rencana yang telah ia susun sedemikian rupa, kini hanya tinggal tulisan tanpa makna. Kemudian mataku beralih pada tumpukan undangan yang menghuni salah satu sudut meja. Beberapa nama telah tertempel pada kertas itu. Kini benda itu hanya akan menjadi kertas yang tak berguna.
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 268 Times as tulisan undangan pernikahan
Read
+Library
Terlalu Percaya, Aku Malah Jadi Janda

Terlalu Percaya, Aku Malah Jadi Janda

"Beliau tadi berpesan untuk menitipkan undangan pernikahan untuk kak Eti. Ibu tidak bisa datang sendiri karena sedang menemani saudara yang baru sampai dari seberang." Setengah ragu, Eti menerima undangan pernikahan berbentuk persegi panjang dengan dominan hitam. Disampul depannya terukir pohon dengan dedaunan kecil berwarna emas. Dia tidak menyangka kalau Bu Nurmala benar-benar mengundangnya untuk datang kepernikahan putra bungsunya. Eti pikir ucapan saat bertemu hanya basa-basi antara penjual dan pembeli.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as tulisan undangan pernikahan
Read
+Library
Harga Diriku Bernilai Lima Puluh Juta

Harga Diriku Bernilai Lima Puluh Juta

"Tuan, apakah ini juga termasuk kado pernikahan?" Aksa mengerinyit. Manik hitam pekat itu kini menatap lekat pada selembar kertas yang lebih mirip dengan undangan pernikahan. "Apa itu?" Gavin segera membaca tulisan yang tertera dalam selembar kertas dengan seksama. "Resepsi pernikahan Keenan Putra Mahardika dengan Mayang Yusnita ...." Kalimat itu seketika menggantung kala menyadari siapa yang telah menggundang atasannya.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 183 Times as tulisan undangan pernikahan
Read
+Library
Mandul: Cinta Yang Dikhianati

Mandul: Cinta Yang Dikhianati

Font keemasan bertuliskan: “Dengan penuh sukacita, keluarga besar mengundang Anda untuk menghadiri pernikahan Isaac & Monika.” Tanggal dan tempat tertera jelas. Kinan meraih undangan itu dengan tangan bergetar. Pandangannya kabur, tapi ia tetap membaca setiap baris, setiap huruf. Dadanya serasa diremas, tapi wajahnya tetap tenang. Tidak ada teriakan, tidak ada tangis. Hanya tatapan kosong.
801 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as tulisan undangan pernikahan
Read
+Library
Kesempatan Kedua untuk Cinta

Kesempatan Kedua untuk Cinta

“Oh, iya saya mau memberikan kalian undangan. Kalian wajib datang, ya.” Nawang mengeluarkan dua buah undangan kertas yang memiliki desain elegan dari dalam tas branded miliknya. Kertas berwarna emas yang cukup tebal dengan ukiran nama yang timbul jelas. Memampangkan nama Nawang Putri Ainun Wulan dan nama seseorang. Sepia dan Ara saling lihat, lalu menerima undangan itu dengan bingung. “Undangan pernikahan?” tanya Ara. Nawang mengangguk sambil tersenyum, kali ini bukan dengan senyuman yang terlihat galak. “Saya harus bertemu yang lain dulu, selamat siang.”
104.6K viewsOngoingAdded to Library 147 Times as tulisan undangan pernikahan
Read
+Library
Menjadi Ibu Susu untuk Bayi Kembar Sang Presdir

Menjadi Ibu Susu untuk Bayi Kembar Sang Presdir

Saat itu ia berjanji dalam hati bahwa ia akan melindungi perempuan itu. Dan Taufik juga mencetak undangan dalam jumlah terbatas. Hanya sekitar seratus lembar. Beberapa untuk rekan kerja di perusahaan barunya yang kini mulai stabil dan berkembang. Sisanya untuk para tetangga yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya di kota baru ini. Desain undangan itu dibuat simpel. Warna pastel lembut, tulisan berhiaskan aksen kaligrafi sederhana, dengan kata-kata penuh harapan. "Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menjadi saksi kebahagiaan kami dalam acara akad nikah: Taufik dan Ernita."
104.1K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as tulisan undangan pernikahan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status