Desahan di Kamar Pembantu
Ia hanya bisa meletakkan tangan di punggung Bara, mengusapnya lembut.
Di ujung lorong, suara langkah tergesa terdengar. Mbok Tuti berlari kecil, wajahnya pucat.
"Gimana, Ndhuk? Ibuk gimana?" tanyanya pada Indira.
Indira hanya menggeleng, air matanya kembali mengalir. Mbok Tuti langsung memegang dadanya, hampir ambruk. "Yaa Allah... Ya Allah... Ibuk... jangan, Gusti. Mba Mayang orang baik..."