WANITA PENAKLUK SAMUDRA
"Kita dikutuk!"
Mala tidak gentar. Dia berdiri tegak di antara para wanita yang ketakutan dan makhluk-makhluk itu, darahnya yang masih menetes di batu menjadi jembatan spiritual. Dia menatap mata kuning Leviathan tertua, memproyeksikan kehendaknya. Keinginan untuk memburu, keinginan untuk menenggelamkan api industri.
"Duduklah, anak-anakku!" Mala membentak. Energi biru dari tubuhnya menyebar, membentuk jaring halus di antara dia dan para makhluk itu.