Janda Tapi Perawan
Tutucerita mertua cantikcerita dewasa ibu mertua
Liza memainkan ujung rambutnya.
“Aku juga menginginkan Dika..” jawab Liza, yang berhasil membuat Dita merasakan bulu kuduknya meremang. Wanita di depannya ini, bukan wanita baik baik, serakah dan tidak memiliki hati.
“Aku tidak ingin ikut campur keinginanmu, aku juga sudah mengikhlaskan Rizal untukmu. Jika itu maumu.” Dita pergi begitu saja, tidak ingin membicarakan hal diluar pekerjaan, ambisi yang tadi pagi masih ada di hatinya entah menguap kemana sekarang ini. Dita merasa kecewa dan entah apa yang Tuhan rencanakan untuk hidupnya. Ucapan mertuanya yang menyanjung Liza di depan matanya, masih membayanginya hingga hari ini.
人気のチャプター