Aku, Kamu & Buku Nikah
Berarti mengurangi pekerjaanku.
"Aku nggak bisa solat," katanya. Mengambil handuk.
"Yaudah kalau gitu aku ajari wudhu dulu," jawabku tidak kehabisan akal.
Sekarang aku merasa menjadi pawang singa, meskipun bayarannya sangat mahal, yakni badan remuk. Tak apa, aku juga suka kok.
Aku menikmati momen mengajari dia wudhu, memang dasarnya cerdas. Jexeon bisa menangkap pelajaran dengan mudah. Pagi itu semua berjalan dengan baik kecuali badanku yang remuk.