KAMAR KEDUA
juskelapayang keduaorang keduarumah keduakopi kedua
“Biar aku bisa lihat dan pegangnya lebih jelas. Kalau masih ketutup, aku nggak bisa tahu bagian mana yang kamu tahan.”
Sheza menoleh, sedikit gugup. “Mas… nanti Ibu—”
Satria menggeleng kecil.
“Pintunya terkunci,” jawabnya. Nada suaranya tetap rendah. “Nggak ada yang masuk.”
Sheza mengambil camisole yang diberikan Satria. Seakan menimbang-nimbang.
“Aku cuma mau kamu lebih nyaman,” ucap Satria.