Di Antara Dua Pilihan
Segera, ia menggeser kursi untuk Dhara, tetapi kali ini sangat berjarak dengannya.
“Nak, sudah belikan camilan?” tanya Andini pada putra semata wayangnya. Wajahnya selalu teduh karena Langit adalah anak baik yang kenakalannya tetap di batas wajar.
Langit menjawab santun sebelum ia duduk, “Sudah, Ma. Langit beli puding sama cake, udah disimpan di kulkas.”