Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OM CEO, I LOVE YOU!

OM CEO, I LOVE YOU!

Sebuah amplop putih tergeletak di bawah pintu samping yang jarang dilewati. Lala mengambil amplop itu dengan tangan yang terasa dingin saat menyentuh kertas yang licin tersebut. Karena rasa penasaran yang besar, ia membukanya dengan jari gemetar. Di dalamnya terdapat sebuah kliping berita koran yang tampak masih cukup baru serta tertanggal sekitar 5 tahun yang lalu, yakni tepat saat Lala masih berusia 14 tahun yang merupakan masa di mana ia baru saja bersiap keluar dari panti untuk masuk SMA.
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai uang dalam amplop
Baca
+Pustaka
Istri Gelap Sang CEO Dingin

Istri Gelap Sang CEO Dingin

“Dengar. Aku buka.” Nayel melangkah ke depan, membuka pintu perlahan. Tidak ada siapa-siapa. Hanya sebuah amplop putih di depan pintu, tanpa nama pengirim, tanpa cap pos. “Amplop apa itu?” tanya Alaire dari dalam. Nayel menatapnya sejenak sebelum menjawab, “Entah. Tidak ada nama.” Ia membawanya masuk, membuka perlahan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai uang dalam amplop
Baca
+Pustaka
Tuan Pewaris, Mohon Pimpin Kami Lagi!

Tuan Pewaris, Mohon Pimpin Kami Lagi!

Lalu Pak Bambang pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, dia meletakkan amplop berwarna coklat itu di depan Angelina. "Apa ini?" wanita itu mengerutkan keningnya. "Silahkan dibuka dulu, Bu!" ucapnya dengan serius. Dengan cepat Angelina pun membukanya. Dia sangat terkejut melihat sesuatu yang ada di tangannya saat ini. "A-apa? Tidak mungkin! Ini tidak mungkin!" pekiknya tidak percaya lalu menutup mulut dengan kedua tangannya.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai uang dalam amplop
Baca
+Pustaka
Istriku Bar-Bar

Istriku Bar-Bar

Arya menyodorkan sebuah amplop besar berwarna coklat, yang entah apa itu isinya. "Ini apa, Tuan?" Alex masih menatao dengan bingung. Surah pemecatan dirinya kah? Atau....? "Buka. Kau akan tau isinya apa." Dengan ragu Alex menarik amplop besar berwarna coklat itu. Memeriksanya sekali lagi, namun polos. Tidak ada tulisan sama sekalu yang tertera di sana. Dengan jantung yang dag dig dug, lelaki itu membuka penutupnya perlahan. Matanya menyipit, menatap satu persatu barusan kata yang yang ada di sana.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai uang dalam amplop
Baca
+Pustaka
Takdir Cinta Naila

Takdir Cinta Naila

Amin . Naila mengeluarkan sebuah amplop besar berwarna coklat dari lemari pakaiannya. Amplop itu terlihat masih utuh. Naila tidak pernah membuka isinya, karena pada dasarnya wanita itu paling enggan menerima pemberian dari orang lain. Amplop itu adalah pemberian dari Ammad, ketika laki-laki itu akan pulang ke kampung halamannya. Dia mencium benda itu dengan segenap perasaan rindu. Bibirnya menguntai sebuah senyuman.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai uang dalam amplop
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Ursa Mayor
Karakter Si Naila sudah bisa ketebak dan terasa sekali kalau dia itu janda alim. Lalu, aku membayangkan Si Ammad yang pasti gantengnya war biasah dan di pikiranku perfect man banget. Dan terakhir, akan kunantikan gimana takdirnya ini.
Ucu nurhayati
kata2 nya rapih dan tidak berbelit2 jadi bacanya enak ngalir, penggambaran settingnya juga lumayan detail, kisahnya juga true life bgt, jadi janda memang sering kali jadi tempat fitnah, ayo tunjukan naila kalo kamu bukan janda sembarangan ...
Baca Semua Ulasan
CEO Yang Hilang Ingatan

CEO Yang Hilang Ingatan

Wulan malah balik bertanya. "Ah, lupakan saja!" Melanjutkan membuka amplop putih. Kusobek pelan bagian ujungnya. Memicing, menatap ke dalamnya. Ada selembar kertas putih di dalamnya. "Apa isinya?" Wulan ikut mengintip ke dalam amplop, "Cepetan buka!" "Sebentar." Mengambil kertas putih itu, "Tiket paket tour tujuh hari honeymoon di Bali!"
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 659 kali sebagai uang dalam amplop
Baca
+Pustaka
Berbagi Suami dengan Sahabat Sendiri

Berbagi Suami dengan Sahabat Sendiri

tuturnya sembari menyodorkan satu amplop berukuran sedang warna cokelat muda. Alis Una terangkat serempak. Ia tak asing dengan amplop berbentuk persegi panjang itu. Dengan ragu ia menerimanya. Diam sejenak, lalu membuka bagian atas amplop yang memang tak tertutup rapat.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai uang dalam amplop
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku, Om Dokter!

Sentuh Aku, Om Dokter!

Nenek mendekat, mengulurkan tangan yang gemetar sedikit, memberiku sebuah amplop berwarna putih yang rapi dan tertutup dengan perekat kecil. Rasa penasaran seketika menyerang seluruh tubuhku, jari-jariku bergerak cepat membuka amplop itu. Ternyata isinya foto hasil USG berwarna hitam putih. Di tengah layar gambar itu tampak sebuah titik kecil, mungkinkah itu sebuah janin yang sedang tumbuh?
1073.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai uang dalam amplop
Baca
+Pustaka
Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

Setelah mendapat persetujuan dari istrinya, Dermawan baru membuka amplop kecil yang tidak di lem sama sekali. Senyum di sudut bibir Dermawan terbit. Ia lantas memberikan amplop itu kepada Anggun. Wajah Anggun seketika tersenyum bahagia. Ditatapnya terus kertas kecil berukuran 4R itu. Anggun lalu memasukkan kembali foto itu ke dalam amlop dan memberikannya kepada Arya. Arya tertegun begitu menerima amplop itu. Tangan kanannya masih menggantung sambil memegang amplop itu. "Apa ini, Ma?"
1034.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai uang dalam amplop
Baca
+Pustaka
Dibeli Mantan Ayah Mertua yang Hot

Dibeli Mantan Ayah Mertua yang Hot

Amplop putih yang Aron berikan tadi tergeletak di antara kotak bekal dan botol minum, seolah sedang menatap Lusi dan terus memanggil namanya. Dan Lusi terus meliriknya, tidak tahan. “Pak… ini beneran gak boleh dibuka sekarang aja?” Aron mengunyah potongan buah semangka dengan tenang. “Enggak.” “Sedikit aja?” “Nggak.” Lusi mengerjapkan mata. “Setengah aja?” “Lusi.” Aron menatapnya sambil menahan tawa. “Amplop itu aman kok. Gak akan kabur.”
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai uang dalam amplop
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status