Kapan Kamu Menyentuhku?
"Maafkan saya, Nuri, saya kira kamu lagi apa di dapur gak langsung naik ke kamar. Rupanya malah ketinggalan di mobil. Coba kamu latihan untuk tidak tidur terlalu pulas. Saya sudah bangunkan kamu, tapi malah gak bangun juga. Kayak anak perawan saja, susah bangun! Hhm... ya sudah kalau begitu. Istirahat deh, aku juga ngantuk."
Nuri mendengar suaminya berbicara meminta maaf, tetapi intonasi pria itu tidaklah tulus. Seakan terpaksa karena ia malu dengan tetangga dan juga Udin. Tidur lebih baik dan berharap semua ini mimpi.
"Nuri, bangun! Ini udah siang!" Dika membangunkan istrinya.
"Nuri, bangun!" Dika mendekat pada telinga istrinya. Barulah Nuri bergerak dan membuka mata dengan perlahan.