Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Aku

Bukan Aku

Membuat kedua alis Satria hampir menjadi satu. "Aku cantik, kan?" Tanya Filza polosnya. "Duduk! Tunggu hujannya mereda baru kita pulang," Satria memalingkan muka. "Aku mau pesen satu mie instan lagi," ucap Filza sedikit kesal. Satria tertegun. Satria berpikir bagaimana bisa Filza mampu menghabiskan seporsi mie instan untuk yang kedua kalinya? Dia meragukan apa yang Filza lakukan.
1012.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai ukhti akhi
Baca
+Pustaka
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Aaakk! Utep teriak, karena kaca yang semula berdebu dan bernoda kekuningan kini penuh oleh rembesan cairan anyir. Kaca berbentuk persegi panjang ini tidak terlihat seperti semula, kaca ini sudah berganti penuh darah hingga darah-darah itu turun ke lantai. "TOLONG SAYA!" Utep gemetar, setelah darah-darah itu turun, tersisa tulisan meminta tolong. Lututnya lemas, badannya dingin. Tunggang langgang Utep berlari, terjatuh dan kembali berlari.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai ukhti akhi
Baca
+Pustaka
Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri

“Halo.” “Kamu tahu nggak yang kamu lakukan?” suara Rika dingin, terkontrol. “Kamu lagi main api.” “Api bikin terang,” jawab Arka tenang. “Dan orang perlu lihat.” “Kamu bukan penyelamat,” Rika mendesis. “Kamu cuma pengen dia menjauh.” Arka menghela napas. “Aku pengen dia aman.” “Dengan cara ngerusak?”
7.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai ukhti akhi
Baca
+Pustaka
AKU ISTRIMU MAS!

AKU ISTRIMU MAS!

Agar dia tidak dicap sebagai anak durhaka. "Oke, Masku sayang. Love you. Saranghae," ucapnya kembali sembari memperlihatkan jarinya yang menyilang berbentuk love diudara. Bara semakin merinding, lalu berbalik pergi ke dalam rumah.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai ukhti akhi
Baca
+Pustaka
Ajari Aku, Mbak Ipar!

Ajari Aku, Mbak Ipar!

"Akkhhh... ahh, ahh, ngeh!" Saking beringasnya hisapan dan juga permainan Arga, tubuh Wulan spontan menegang dan berguncang-guncang hebat. Kedua payudaranya yang tergantung, kini bergerak memantul ke atas dan ke bawah hingga insting kelakiannya semakin memuncak. "Akhhh... udah, udah, Ga. Buruan dimasukin aja, aku udah gak tahan. Aku, aku, ahhh!"
1030.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 998 kali sebagai ukhti akhi
Baca
+Pustaka
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Koi Ladki Hai Jab Vo Hansti Hai Baarish Hoti Hai Chhanar Chhanar Chhumchhum Para Siswa Hai Koi Ladki Hai Jab Vo Hansti Hai Baarish Hoti Hai Chhanar Chhanar Chhumchhum Aku benar-benar menikmati acara flashmob ini. Serasa jadi Madhuri Dixit. Sayang Shahrukh Khannya gak ada. Hihihi.
9.9124.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai ukhti akhi
Baca
+Pustaka
Harapanku

Harapanku

Ungkapku kesal. " Jangan ngambek gitu donk Nduk... Tar cantiknya hilang loch... " Sahut Ibu merayuku. Aku langsung memanyunkan bibirku, memberi tanda protes. " Sing sabar...Ibu doain biar kamu jadi orang sukses nanti, jadi kamu bisa jalan-jalan ke mana aja yang kamu mau. Tapi ingat kamu harus selalu menjaga adik kamu ya ! Jelas Ibu menasehatiku.
2.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai ukhti akhi
Baca
+Pustaka
Oncom Milik Ustadz

Oncom Milik Ustadz

𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘤𝘪𝘱𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶. 𝘓𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘴𝘵
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai ukhti akhi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status