PUTRA sang PEWARIS
Lupa jika dadanya sempat nyeri, kini Tuan Besar Pietro justru menepuk-nepuk dada tuanya di sela tawa bahagia yang menyebar pongah.
Ronaldo terpaksa kembali mengangguk berat, lantas memberi lengkung kecil di bibirnya. Menolak lupa, jika sang tuan besar, meski sudah tua, tetapi tingkat percaya dirinya di atas rata-rata.
“Tu-Tuan Be-Besar memang sangat jenius!” Kedua jari jempol tangan Ronaldo terulur di depan dada.
“Hahaha! Kutahu, kutahu! Ayo antar aku ke kamar, aku besok ingin mengambil bunga di taman Sam lagi. Dia pasti akan mengomel-ngomel padaku.”
인기 회차